Duka Dari Selat Sunda

Tsunami Malam Tanpa Permisi

Klik untuk perbesar
Inilah salah satu dampak amukan tsunami di desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (23/12). Puing-puing berserakan. Masjid masih berdiri tegak.. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tsunami kembali menerjang negeri kita. Kali ini yang jadi sasaran adalah kawasan sekitar Pantai Anyer, Banten dan Lampung. Tsunami ini tak biasa. Datang di malam hari, dia tidak permisi dulu. Tanpa ada gempa dulu, tiba-tiba air laut menerjang daratan. Hotel, rumah roboh. Orang-orang yang ada di sekitar pantai disapunya. Ratusan orang meninggal dunia, ratusan bangunan hancur.

Warga dan pelancong yang berada Pantai Anyer kaget setengah mati saat tsunami datang tanpa permisi pada Sabtu (22/12) malam. Sampai tadi malam, korban tewas tercatat mencapai 222 orang.

Baca Juga : Jokowi: Kalau Masyarakat Berkehendak, Koruptor Bisa Dihukum Mati

Tsunami yang menerjang Anyer sempat jadi kontroversi. BMKG dan BNPB awalnya menyebut terjangan tsunami itu sebagai dampak dari air pasang di saat purnama. Butuh waktu 4 jam sampai BMKGmemutuskan bahwa itu tsunami. Akibat dari erupsi gunung Anak Krakatau. Sementara

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan butuh kajian lebih lanjut untuk mencari penyebab tsunami Tsunami yang menghantam Anyer, Cerita, dan Kabupaten Pandeglang terjadi sekitar pukul 9.20 malam. Saat sebagian pelancong bersantai dan bersiap tidur.

Baca Juga : Solskjaer Bingung Lihat MU Menang Lawan Tim Kuat, Kalah Hadapi Tim Gurem

Seperti biasa,Anyer di akhir pekan memang selalu ramai oleh pelancong. Terutama pelancong dari Jakarta yang ingin menikmati libur panjang menjelang libur Natal. Pantai Anyer memang sudah jadi alternatif hiburan warga Jakarta selain Puncak. Jaraknya dekat, pantainya tenang, ombaknya ramah. Ditambah ada pemandangan gunung Anak Krakatau di kejauhan, yang tampak indah saat sore.

Tak ada yang menyangka, para pelancong yang berniat berlibur jadi petaka. Sekitar pukul 9.20 warga dan pelancong dikagetkan oleh gelombang air laut yang naik menerjang bangunan di sekitar pantai. Kejadian ini disertai dengan angin kencang. Benar-benar mengejutkan. Karena tanpa didahului gempa. Mungkin karena itu, BMKG sama sekali tak memberikan peringatan dini terjadinya tsunami.

Baca Juga : CIMB Niaga Bakal Rebranding Go Mobile Jadi Octo Mobile

Bahkan saat sebuah portal berita online menurunkan laporan terjangan tsunami yang menghancurkan sebuah hotel di Anyer, BMKG dan BNPB langsung membantah. Di akun Twitter resmi BMKG, menyatakan tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami melainkan gelombang air laut pasang. Terlebih ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi. “Tetap tenang,” cuit akun @infoBMKG pukul 22.37 Wib.
 Selanjutnya