Ribuan Warga Gowa Beri Penghormatan Terakhir Untuk Ichsan Yasin Limpo

Petugas membawa peti jenazah Ichsan Yasin Limpo (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Petugas membawa peti jenazah Ichsan Yasin Limpo (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ribuan warga Kabupaten Gowa berkumpul di Masjid Agung Syekh Yusuf, Gowa, untuk menyalatkan jenazah Ichsan Yasin Limpo dan memberikan penghormatan terakhir untuk Bupati Gowa periode 2005--2010 dan 2010--2015 tersebut, Kamis (1/8).

Berdasarkan pantauan Antara, warga tampak memenuhi ruangan lantai satu dan dua Masjid Agung Syekh Yusuf serta halaman masjid dan jalan di sekitarnya. Saat jenazah dibawa masuk ke masjid, sembilan camat mengangkat peti jenazah Ichsan Yasin Limpo.

Berita Terkait : Mentan Pastikan Kebutuhan Pokok 2020 Aman dan Terkendali

Warga yang telah lama menunggu, menyambut kedatangan jenazah dengan isak tangis dan lantunan tahlil. Selain warga, aparat pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan kolega Ichsan juga ikut menyambut kedatangan jenazah. Demikian juga para lurah dan anggota Ikatan Da'iah Indonesia Cabang Gowa.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa Abu Bakar Paka menjadi imam shalat jenazah Ichsan. Hariani, warga Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, ada di antara warga yang menyambut kedatangan jenazah Ichsan Yasin Limpo di Masjid Agung Syekh Yusuf.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

"Saya ini paling rasa pendidikan gratisnya Bapak Punggawa. Almarhum ini orang yang sangat baik dan murah senyum, dulu waktu jadi bupati setiap hari Jumat dia mengunjungi daerah kami untuk menanyakan langsung apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," katanya seperti dikutip Antara.

"Kami doakan Bapak IYL khusnul khotimah," imbuhnya.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Nurlia juga ikut menyalatkan dan mengantarkan jenazah Ichsan ke permakaman bersama pengurus KotaKu dan Sanggar Pendidikan Anak Saleh (SPAS) Gowa. Dia mengaku selalu mengingat pesan Ichsan, agar tidak pernah berhenti berjuang dan tidak pernah makan makanan yang tidak halal.

"Ini petuah yang selalu saya ingat dan implementasikan dalam bekerja. Almarhum selalu ajar saya untuk hidup dengan jujur," kata Nurlia, Koordinator KotaKu Gowa. [HES]