KRL Commuterline dan MRT Jakarta Sudah Aman

Shift Pertama Pagi Ini, Transjakarta Berlakukan Tarif Normal

Klik untuk perbesar
Ilustrasi bus Transjakarta (Foto: Humas Transjakarta)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku pengelola KRL Commuter Line berhasil menormalisasi listrik pada Senin (5/8) pukul 03.00 WIB dinihari dan memastikan pelayanannya berjalan normal, Transjakarta kembali menerapkan tarif normal Rp 2.000 (khusus tap in di gate pada pukul 05.01 – 07.00) dan Rp 3.500 pada layanan non Bus Rapid Transit (BRT).

"Pukul 00.39 WIB dinihari tadi, Transjakarta kembali menggratiskan layanan, mengingat sebagian pasokan listrik belum berjalan normal di beberapa wilayah Ibu Kota," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat, Nadia Diposanjoyo dalam keterangan resminya, Senin (5/8).

Dijelaskan, penyesuaian tarif normal berlaku karena moda transportasi kereta listrik MRT dan KCI sudah dapat berjalan normal, setelah mati listrik massal di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, pada Minggu (4/8) pukul 11.48 WIB hingga Senin (5/8) dini hari. 

Baca Juga : Kemen PUPR Gandeng Kejagung

"Operasional Transjakarta pagi ini berjalan seperti biasa. Integrasi yang kami lakukan bersama jenis moda transportasi umum lain di DKI, tetap kami maksimalkan demi kemudahan perjalanan warga DKI untuk berbagai kepentingan hariannya," jelas Nadia.

Transjakarta telah menjadi angkutan pengumpan bagi moda angkutan umum berbasis kereta api listrik. Upaya ini dilakukan untuk membantu warga agar dapat menggunakan transportasi umum dengan nyaman, dan meninggalkan kendaraan pribadi di rumahnya.

Transjakarta akan terus menambah rute  integrasi antar moda, agar mudah diakses masyarakat. Armada Royal Trans siap menjemput warga Bekasi, Bintaro, dan Serpong ke Stasiun MRT Lebak Bulus dan beberapa tujuan di wilayah Jakarta.

Baca Juga : Aji Santoso Ajak 3 Pemain Timnas U-19 Perkuat Tim Persebaya Junior

Sedangkan Mikrotrans, siap mengantar warga dari area sekitar rumah masing-masing, menuju Halte BRT dan Non BRT terdekat.

Pada penutupan semester 1 2019, tercatat 213 rute yang telah dibuka perseroan. Angka ini naik 53,23 persen dibanding jumlah rute yang ada pada tahun 2018, sebanyak 139. Dengan demikian, Transjakarta telah menjangkau 80 persen wilayah DKI. 

"Kami akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan di berbagai lini untuk layanan BRT di DKI," tandas Nadia. [HES]