Polda Jateng: Tak Ada Indikasi Sabotase Atau Terorisme Dalam Kasus Mati Listrik Massal

Garis polisi dipasang di lokasi gangguan SUTET transmisi 500 Kv Jawa-Bali di Desa Malon, Gunung Pati, Kota Semarang, Senin (5/8). (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Garis polisi dipasang di lokasi gangguan SUTET transmisi 500 Kv Jawa-Bali di Desa Malon, Gunung Pati, Kota Semarang, Senin (5/8). (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Jawa Tengah memastikan padamnya listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (4/8), disebabkan oleh gangguan transmisi 500 KKV pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi, yang me​​​​​lintas dari Ungaran, Kabupaten Semarang menuju ke Barat. Tak ada indikasi sabotase atau terorisme.

Hal ini dijelaskan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Agus Triatmaja di Semarang, Senin (5/8). "Kesimpulan itu kami peroleh setelah mengumpulkan informasi dari gabungan tim Polda dan Polrestabes Semarang. Kami juga telah meminta keterangan petugas PT PLN UPT Ungaran," ungkap Agus seperti dilansir Antara, Senin (5/8).

Baca Juga : Soal Corona, HIPPINDO Imbau Warga Tak Panic Buying

Dari pengumpulan data tersebut, dapat disimpulkan, gangguan terjadi akibat loncatan listrik di jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintas di Desa Malon, Gunungpati, Kota Semarang.

"Diduga, terjadi loncatan listrik akibat keberadaan pohon yang tingginya melebih batas yang ditentukan, yakni 8,5 meter. Loncatan listrik itu disertai ledakan akibat jaringan transmisi 500 KV. Jadi, jelas tak ada indikasi sabotase atau terorisme," jelas Agus.

Baca Juga : Virus Corona Mengancam, Indonesia Tetap Ikut All England

SUTET yang melintang di kawasan Desa Malon, Gunungpati, Kota Semarang, dilaporkan meledak pada Minggu (4/8) siang, sekitar pukul 11.30 WIB, sesaat sebelum wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami mati listrik. [HES]