Kembangkan Kapasitas Operasi dan Pemeliharaan Kereta Api Perkotaan, MRT Jakarta Gandeng Seoul Metro

Klik untuk perbesar
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Seoul Metro oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar (kedua kanan) dan Chief Executive Officer Seoul Metro, Taeho Kim (kedua kiri) di Jakarta, Kamis (15/8). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT MRT Jakarta menggandeng operator MRT Korea Selatan, Seoul Metro untuk mengembangkan kapasitas operasi dan pemeliharaan kereta api perkotaan.

Nota Kesepahaman antara PT MRT Jakarta dan Seoul Metro ditandatangani oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Chief Executive Officer Seoul Metro, Taeho Kim di Jakarta, Kamis (15/8).

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pengeksplorasian dalam pengembangan pengoperasian dan pengelolaan pusat kendali operasi (OCC), pengembangan kemampuan perawatan rolling stock dan depo, pengembangan pengetahuan atas kemampuan SAMBA (Smart Automatic Mechanical Big data Analysis-system) dan smart station, pengelolaan automatic fare collection (AFC), serta berbagai kegiatan knowledge sharing terkait lainnya.

Berita Terkait : Penumpang Kereta Api Happy, Perjalanan Lancar, dan Tepat Waktu

Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama dua tahun ke depan.


William mengatakan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari tindak lanjut benchmarking PT MRT Jakarta di Korea Selatan, Juni silam.

"Kami melihat Seoul Metro sebagai salah satu operator kelas dunia, yang mengelola delapan jaringan dengan 340 kilometer jalur. Karena itu, kami menganggap perlu adanya transfer pengetahuan dari keandalan operasional mereka, terutama terkait penggunaan teknologi data raksasa (big data) dalam aspek operasional stasiun dan menjalankan rangkaian kereta," tutur William.

Baca Juga : FIFA : Timnas Indonesia Turun Peringkat, Urutan Ke-167 di Dunia

“Kami berharap, kerja sama ini mampu meningkatkan kompetensi operasionalisasi MRT Jakarta,” imbuh William.

Seoul Metro yang merupakan peraih penghargaan Operational and Technological Excellence dari UITP (Union Internationale des Transports Publics), merupakan anggota the International Association of Public Transport untuk proyek "Introducing Observer Pattern-based system for failure prediction of railway facilities (SAMBA).

Hadirnya MRT Jakarta yang merupakan terobosan baru bagi transportasi publik di Ibu Kota, tak hanya akan meningkatkan mobilitas warga. Lebih dari itu, MRT Jakarta juga memberikan manfaat tambahan seperti perbaikan kualitas udara, dan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.

Baca Juga : Dalam Sehari, Presiden Akan Cari Pengganti Nahrawi


Hal ini dimungkinkan dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek, yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. [MRA]