Kalimantan Ibu Kota Negara, Ahok Diusulkan jadi Pimpronya

Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan akan memindahkan ibukota ke Kalimantan. Presiden Jokowi sudah meminta izin kepada DPR dan rakyat untuk melakukan pemindahan itu pada saat pidato kenegaraan di DPR, Jumat (16/8). Kira-kira, siapa ya yang cocok menjadi pemimpin proyek (pimpro) pemindahan ibukota? Banyak netizen yang mengusulkan nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Usul ini diajukan Leya Cattleya lewat tulisannya di Kompasiana. Lewat tulisan yang dimuat kemarin itu, Leya membeberkan sejumlah alasan kenapa Ahok layak diberi tugas itu. Pertama, Ahok paham strategi kemitraan. Dia handal dan paham bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk swasta. Leya mencontohkan, Simpang Susun Semanggi yang dibangun tanpa APBD dan utang.

Kemudian, Ahok diterima dan dipercaya masyarakat global dan investor. Pembangunan MRT Jakarta, merupakan bukti kepercayaan investor asing terhadap eks bupati Belitung Timur itu. "Hal yang baik dari Ahok dalam hal investasi asing adalah memberikan porsi lebih besar sahamnya kepada investor dalam negeri," tulis Leya dalam tulisan berjudul "Pak Jokowi, Mantapkan Ahok Jadi Pimpro Ibu Kota RI yang Baru, Dong!".

Leya mencontohkan, pada saat pembangunan PT Pembangunan Jaya Ancol, Ahok mewacanakan penjualan 72 persen saham pemerintah provinsi (pemprov) pada PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) ke pihak asing. Namun ia menegaskan jangan sampai pihak asing menguasai saham mayoritas.

Berita Terkait : Luhut Sebut 30 Investor Siap Bantu Ibu kota Baru

Alasan berikutnya, eks Gubernur DKI Jakarta itu punya kredibilitas tinggi. Buktinya, dia meraih 15 penghargaan. Terbaru, Rooseno Award yang diterimanya usai keluar dari penjara. Selain itu, Ahok juga dinilai Leya, diterima masyarakat Kalimantan. Malah, tak sekadar diterima, tapi diberi gelar kehormatan oleh masyarakat Dayak di Kaltim. 

Alasan lainnya, Ahok dinilai anti korupsi. Dia tidak pernah tersandung kasus di KPK. Kebijakan yang dibuatnya selama jadi Gubernur DKI, juga transparan. Ahok menerapkan anggaran melalui elektronik anggaran atau e-budgeting. 

Kemudian, Ahok paham kaitan lingkungan dengan pembangunan ibukota. Ia telah mengelola persampahan ibukota dengan baik. "Ia juga akan menjalankan dengan disiplin agar pengembang pembangunan ibukota tunduk pada norma lingkungan dan sosial serta menjaga hak masyarakat Dayak di Kalimantan," tutur Leya.

Ahok, yang berpengalaman membangun MRT di Jakarta, diyakini Leya akan mampu memikirkan bagaimana jaringan kereta dan jalan dari ibukota yang baru dapat terkoneksi dengan ibukota provinsi, kabupaten dan desa sekitarnya. Kemudian, Ahok yang kini jadi kader PDIP, juga dipercaya Megawati dan Jokowi. 

Berita Terkait : Agar Manfaat Ibu Kota Baru Makin Terasa, Pengamat Usulkan Pemekaran Kalbar

Status eks narapidana yang disandang Ahok, diyakini Leya hanya berpengaruh pada jabatan politis. Kalau untuk jadi pimpro pembangunan ibu kota baru, nggak ngaruh. "Pembangunan ibukota baru adalah tempat yang pas untuknya," tutup Leya. 

Tulisan Leya ini mendapat banyak komentar positif. "Setuju banget mbak Leya. Mudah-mudahan terjadi," komentar Gianto Kwee. "Waduh tikus-tikus bakal kepanasan tuh. Secara posisi itu sudah jadi incaran!" sambung Hennie Engglina. 

Di jagat Twitter, usulan ini juga disambut positif. "Josss markotop. pilihan yang sangat tepat pak presiden, beliau pantas mebangun ibukota baru karena ahli dalam menata kota bukan menata kata-kata manis belaka.. merdeka!!" cuit @paqiongan. 

Akun @charlessiahaan juga menyebut Ahok orang yang tepat untuk penugasan itu. 
Membangun kota baru, orang percaya Ahok mampu menunaikannya. Sayang dia terjegal, dan proyek raksasa itu tak jelas lagi nasibnya Sekarang, mungkin saatnya @jokowi menugaskan BTP membangun ibu kota negara yang baru di Kalimantan. Sampai di sini, saya pun tak ragu mengatakan; dia mampu," kicaunya. 

Berita Terkait : Kementan Ikut Siaga Penularan Virus Corona

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing tak setuju dengan usulan netizen. Menurutnya, masih banyak yang lebih baik dan mampu dari Ahok menjadi pimpro pembangunan ibu kota baru. "Masih banyak yang intelektualnya di bidang infrastruktur lebih hebat. Banyak juga yang punya integritas dan leadership. Dan banyak yang… ngomongnya sejuk," ujarnya.

Direktur EmrusCorner ini malah mengajukan usul supaya tugas itu diserahkan kepada Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono. Basoeki dinilainya berhasil membangun infrastruktur berkualitas bagus dalam waktu relatif singkat. Dan bukan hanya di Jakarta, tapi di Indonesia. 

Sebelumnya, isu Ahok jadi ketua tim percepatan pembangunan ibu kota baru pernah tersebar luas melalui Whatsapp bulan Juni lalu. Namun, Istana buru-buru membantahnya.  "Hoax, superhoax," kata Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, 12 Juni lalu. [OKT]