Laporan Akhir Tahun Polda Metro Jaya

Serem, Tiap 16 Menit Sekali Terjadi Kejahatan Di Jakarta

Irjen Idham Azis (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Irjen Idham Azis (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Warga Jakarta harus lebih berhati-hati. Sebab, menurut laporan Polda Metro Jaya setiap 16 menit sekali terjadi tindak kejahatan. Serem. Tapi angka itu masih lebih baik dari tahun sebelumnya.

Catatan Polda Metro Jaya, jumlah kejahatan pada tahun ini berada pada angka 32.301 kasus, lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu 48.503 kasus. Dari jumlah itu dibagi jumlah detik dalam satu tahun didapatlah angka kejahatan permenit. Yakni, setiap 16 menit 27 detik terjadi satu kejahatan di wilayah yurisdiksi Polda Metro Jaya.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menuturkan, angka tersebut lebih lambat 1 menit 23 detik apabila dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 15 menit 4 detik. 

Berita Terkait : Kapolda Metro Jaya Tegaskan, Itu Bukan Kebakaran

“Crime clock mengalami perlambatan selama 1 menit 23 detik yaitu dari 15 menit 4 detik pada tahun 2017 menjadi 16 menit 27 detik pada tahun 2018,” kata Idham dalam jumpa pers akhir tahun di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Angka crime clock tersebut didapatkan dari jumlah kasus kejahatan dalam satu tahun dibagi dengan jumlah detik dalam setahun. Adapun jumlah kejahatan pada tahun ini berada pada angka 32.301 kasus, lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu 48.503 kasus.
 
Sementara itu, Idham menyebut angka risiko penduduk DKI Jakarta dan sekitarnya terkena tindak pidana (crime rate) pada tahun ini juga mengalami penurunan. “Dengan estimasi penduduk DKI Jakarta dan sebanyak 22.745.259 jiwa, maka crime rate mengalami penurunan dari 150 orang pada 2017 menjadi 142 orang pada 2018,” kata Idham.

Idham mengatakan, data menunjukkan crime rate berkurang sebanyak 8 orang atau 5,33 persen. Artinya, pada tahun 2018, sebanyak 142 dari 100.000 penduduk menjadi korban kejahatan. 

Berita Terkait : Kemenpora-Polda Metro Jaya Kampanye Anti Narkoba

Kendati demikian, Idham mengklaim situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya terbilang aman terkendali. “Secara umum dapat dikatakan aman terkendali, berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat dapat dikelola dengan baik,” ujar dia.

60 Ribu CCTV Pemprov DKI Jakarta sendiri berencana memasang 60 ribu unit CCTV akan dipasang. Hal ini untuk mencegah tidak kriminal. Pemasangan CCTV itu nantinya akan bekerja sama dengan dunia usaha. 

Berita Terkait : Underpass Kemayoran Banjir Lagi, Tak Dapat Dilintasi Semua Jenis Kendaraan

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengatakan untuk tahun depan akan diwujudkan 50 CCTV baru dengan fitur infra merah dan juga zoom in dan zoom out. “50 CCTV spesifikasi terkini tersebut bisa merekam dan menyimpan, pokoknya the best CCTV,” 

Fitur tersebut menurut Atika penting untuk CCTV menjalankan pengawasan pada malam hari, di mana tawuran lebih sering kali terjadi pada waktu tersebut. Dikatakan olehnya, CCTV di Jakarta hanya menayangkan gambar secara real-time tanpa direkam. Selain itu, CCTV lama juga tidak dilengkapi infrared, alhasil gambar saat malam tidak bisa terlihat. [MRA]