JK: Perkembangan Islam Indonesia Moderat, Tak Ada Spirit Golongan

Wapres Jusuf Kalla (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wapres Jusuf Kalla menegaskan bahwa sejarah perkembangan Islam di Indonesia memiliki kecenderungan moderat. Perkembangan ini berbeda dengan negara-negara Islam lainnya.

"Mengapa Islam di Indonesia memiliki akar moderat? Karena dalam perkembanganya melalui pendekatan hubungan dagang, bukan melalui jalur penaklukan atau perang," kata JK, sapaan Jusuf Kalla, saat meresmikan Gedung Indonesia 2 Ponpes Tazakka, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (6/9) seperti dikutip antaranews.com.

Berita Terkait : Nasionalisme Terbuka (2)

JK menyampaikan, transisi hubungan dagang saat itu berdampak pada perkembangan Islam di Tanah Air. Sehingga Islam Indonesia yang memiliki kecenderungan menjadi moderat. Karena itulah, kata dia, organisasi kemasyarakatan yang tumbuh pesat pada saat itu adalah organisasi dagang atau serikat dagang. Bukan organisasi yang mengedepankan kelompok tertentu.

"Islam dikembangkan dengan hubungan dagang. Jadi spirit golongan atau kelompok tidak ada. Demikian juga pada hubungan antara ulama dengan saudagar, Islam tidak bisa dilepaskan dalam perkembangan siar Islam itu sendiri," katanya.

Berita Terkait : Persita Tangerang Kalahkan Timnas Indonesia dalam Laga Uji Coba

Pada kesempatan itu, JK juga mengajak rakyat tetap bersyukur karena pendidikan Islam di Indonesia maju, hidup damai, masyarakatnya sangat rukun. "Kesyukuran ini harus dengan kekuatan, lembaga-lembaga pendidikan harus berada di dalamnya," katanya.

Ia mengatakan, ilmu dan agama tidak dapat dipisahkan karena dengan perkembangan teknologi yang sangat maju cepat dan luar biasa. Maka, lembaga pendidikan harus cepat tidak boleh tertinggal. Lembaga itu justru harus mampu memanfaatkan teknologi itu dengan baik dan manfaat. 

Berita Terkait : Ada Pergantian Wesel, Ini Rekayasa Pola Operasi Perjalanan KRL Pada 22-23 Februari

"Sistem pendidikan harus lebih baik, lebih terbuka, dan lebih dinamis," katanya. [USU]