Jatim Borong Anugerah Wahana Tata Nugraha

Gubernur  Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Wahana Tata Nugraha Wiratama, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Wahana Tata Nugraha Wiratama, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Jawa Timur (Jatim) memborong penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Pemerintah Pusat. Penghargaan bidang transportasi tersebut diserahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, ke Gubernur  Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama 25 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jatim, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9). Jatim memperoleh peringkat pertama provinsi dengan layanan transportasi terbaik. 

Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama ini diberikan karena Jatim dianggap mampu membangun dan menata transportasi publik dengan baik pada aspek administrasi, teknis, dan operasional. Tahun ini, penghargaan diberikan untuk 15 provinsi 77 kabupaten atau kota dengan pengembangan sistem transportasi publik terbaik. Beberapa operator jasa transportasi pun mendapatkan penghargaan.

Berita Terkait : Pemerintah Siapkan 30 M, Perluas Bandara Dewandaru Karimunjawa

"Alhamdulillah, dari 15 Provinsi yang memperoleh penghargaan, Jawa Timur berada di peringkat pertama. Tentu saja ini merupakan prestasi semua pihak yang telah bekerja keras, terencana dan sustemik.  Prestasi ini   harus kita syukuri dan menjadi pendorong kita bekerja lebih keras dan profesional karena menjadi salah satu  kebanggaan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur," ungkap Khofifah, usai menerima penghargaan.

Khofifah mengatakan, prestasi yang diraih Jatim merupakan buah kerja keras dan sinergitas seluruh pihak. Baik Dinas Perhubungan, aparat Kepolisian Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polres Kabupaten/Kota, dunia usaha penyedia armada transportasi juga masyarakat pengguna transportasi publik. Karena aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik serta ramah lingkungan merupakan pertimbangan terbesar dalam penilaian. 

Berita Terkait : BKS: Kenaikan Tiket Damri Masih Wajar, Masih Lebih Murah Dibanding Ongkos Taksi

Saat ini, tambah Khofifah, Pemprov Jatim tengah fokus pada upaya pembangunan konektivitas dan transportasi publik di kawasan Gerbang Kartasusila atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Jika seluruh rencana tersebut terwujud maka dipastikan wilayah-wilayah tersebut akan mendapatkan efek positif perekonomian yang besar serta terkoneksi baik untuk transportasi masyarakat, barang, jasa serta logistik yang makin cepat, mudah, murah, nyaman, dan aman. "Pembangunan Gerbang Kartasusila juga telah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk di tahun-tahun yang akan datang," imbuhnya. 

Dalam sambutannya, Budi Karya Sumadi mengatakan, penghargaan WTN ini untuk mengapresiasi pemerintah daerah (Pemda) yang berhasil menata transportasi publik beserta fasilitasnya. Dengan demikian Pemda dapat terus memperbaiki kinerja untuk lebih baik lagi. 

Berita Terkait : Hadapi Natal dan Tahun Baru, Menhub Petakan Titik Krusial

Budi Karya menerangkan, penghargaan WTN ini telah menseleksi 152 kabupaten dan kota. Penilaian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepolisan dan juga para pakar. Setelah dilakukan input data untuk menganalisis terhadap indikator penilaian, survei, dan ketentuan untuk menentukan bukti menentukan kabupaten kota atau provinsi yang akan mendapatkan piala, ditetapkan 92 Provinsi, Kabupaten, Kota yang berhak menerima piala WTN. 

"‎Pertama Wiratama diserahkan kepada 15 provinsi terbaik. Kedua, WTN tanpa catatan kepada 39 kabupaten dan kota, ketiga WTN dengan catatan diserahkan kepada 38 kabupaten dan kota," paparnya. [SAR]