Saran Bos ESQ

Calon Menteri Jokowi Kudu Punya Kompetensi Tiga Kecerdasan 

Ary Ginanjar. (IST)
Klik untuk perbesar
Ary Ginanjar. (IST)

RMco.id  Rakyat Merdeka - CEO ESQ Leadership Training Center, Ary Ginanjar Agustian menyebut, untuk menyelesaikan persoalan bangsa perlu mengedepankan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Menurutnya, faktor penentu kesuksesan mengelola apapun, termasuk pembangunan bangsa, harus mengedepankan kecerdasan emosional, spiritual, dan intelektual. Tiga kompetensi kecerdasan ini dibutuhkan oleh para tokoh dalam bursa menteri Jokowi jilid II.

"Kita ketahui  bahwa 80 persen faktor penentu kesuksesan SDM saat ini adalah  cerdas secara emosional, spiritual question, dan intelektual,” kata Ary dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Ary yang juga Tokoh Nasional Pembangunan Karakter Bangsa menyarankan agar Pemerintahan Jokowi jilid II nanti diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami kecerdasan emosional, intelektual, dan spritual. Terutama untuk menentukan calon Menteri Pertahanan (Menhan).

Baca Juga : Pramono Bilang Maunya Jokowi

“Calon menteri orangnya harus mempunyai keikhlasan tinggi, punya kekuatan mental, dan mampu merealisasikan harapan rakyat," katanya.

Salah satu sosok yang santer diperbincangkan untuk kursi Menhan adalah Prof Syarifuddin Tippe. Ary menilai sosok tersebut sebagai figur yang punya kompetensi tiga kecerdasan yang lengkap.

 "Beliau adalah seorang professor, artinya cerdas secara intelektual, beliau juga seorang TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, sudah pasti beliau sangat cinta akan bangsa ini dan punya mental yang kuat, artinya beliau cerdas secara emosional, saya mengenal beliau juga sangat cerdas spiritual. Dia orang takwa, sholeh, dan dia adalah orang yang saya rekomendasikan untuk Indonesia Hebat di bidang pertahanan,” katanya.

 Dia mengingatkan agar Menteri di kabinet mendatang haruslah mereka yang cerdas secara spiritual, emosional dan intelektual. 

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

Ary Ginanjar menjelaskan, kriteria khusus untuk dijadikan sebagai salah satu referensi bagi Presiden terpilih, Jokowi-Amin, dalam menentukan figur-figur yang layak menduduki kursi Menteri di kabinetnya nanti, khususnya Menhan.

"Maka untuk mampu membimbing dan membesarkan hati rakyat yang pertama perlu kecerdasan spiritual. Lalu kedua untuk merasakan keinginan rakyat perlu kecerdasan emosional, dan ketiga untuk mampu mewujudkan harapan atau asa rakyat butuh kecerdasan intelektual. Menteri nanti harus punya kompetensi kecerdasan tersebut,” tutur Ary.

Mantan Kepala BIN, Hendropriyono, menyatakan bahwa soal pemilihan menteri itu hak prerogatif presiden. “Untuk kursi menteri, sepenuhnya hak prerogatif presiden," katanya. 

Ketika disebut nama Syarifudin Tippe sebagai sosok yang tengah mencuat ke publik sebagai calon Menhan di Kabinet Jokowi Jilid II, Hendro tersenyum.

Baca Juga : Dalam 3 Tahun, Ivan Mampu Buka 4 Kedai Nasi Kapau Pak Ciman

"Yang penting kalau saya sebagai salah seorang yang mewakili kalian, mewakili rakyat, selalu memberi masukan kepada pemerintah," katanya belum lama ini. [JAR]