KJRI Jeddah Kawal Pemulangan Jenazah Paman Presiden Jokowi

Konjen RI beserta staf dan jamaah menyalati jenazah paman Presiden Jokowi, Mulyono Herlambang, yang meninggal dunia usai umrah pada Rabu (2/1). (Foto: Dok. NU)
Klik untuk perbesar
Konjen RI beserta staf dan jamaah menyalati jenazah paman Presiden Jokowi, Mulyono Herlambang, yang meninggal dunia usai umrah pada Rabu (2/1). (Foto: Dok. NU)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengurus pemulangan jenazah Mulyono Herlambang, salah satu paman Presiden Jokowi, yaitu adik kandung ayahnya, Notomiharjo. Almarhum meninggal di Jeddah, Arab Saudi, menjelang kepulangan ke tanah air, Rabu (2/1) usai menunaikan ibadah umrah.

KJRI Jeddah menurunkan tim pelindungan yang bertugas secara paralel, untuk mempercepat penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah yang dikeluarkan sejumlah instansi Arab Saudi. "Pengurusan jenazah di Arab Saudi harus melalui beberapa tahapan,” jelas Konjen Hery.

Berita Terkait : Jokowi Garang Juga Ke China

Tahapan itu meliputi tablig wafat (laporan kematian), surat pernyataan persetujuan ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan lain-lain. Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu.

"Alhamdulillah tim kami bergerak cepat untuk menyelesaikan itu dalam tempo singkat," ucap Hery, usai mengiringi pemindahan jenazah. Ia menambahkan, pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal ini Jeddah.

Baca Juga : Besok, Kongres Biasa PSSI Akan Digelar di Bali

Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e (medical forensic). "Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," jelas Hery, yang turut mengawal pengurusan jenazah.

Pada saat yang sama, tim perlindungan mengurus proses pembalsaman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan kargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari Kantor Imigrasi setempat.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Demam Babi Afrika, Kementan Latih Petugas 17 Provinsi

Jenazah diterbangkan dari Jeddah Kamis (3/1) malam, dengan Maskapai Garuda Indonesia GA973 yang berangkat 21.30 Waktu Arab Saudi di bawah pengawalan Pelaksana Fungsi Konsuler-1, Safaat Ghofur, yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga KJRI Jeddah. [SRI]