Wawasan Kebangsaan Kuat, Patriotisme Kokoh

Seminar kebangsaan di gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sabtu (28/9). (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Seminar kebangsaan di gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sabtu (28/9). (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo memberikan pemaparan di seminar kebangsaan di gedung Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sabtu (28/9).

Dalam kegiatan seminar nasional kebangsaan yang bertema " Penguatan Wawasan Kebangsaan Guna Memperkuat Rasa Patriotisme", seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh wakil bupati Jombang, Kapolres Jombang, Ibu Alisa Qotrunnada Munawaroh, Kyai Agus Sunyoto.

Selain itu hadir pula mahasiswa, organisasi Masyarakat, Masyarakat Umum, undangan dari luar kota Jombang dan pegawai di Pemerintahan Kabupaten Jombang.

Berita Terkait : Jokowi Ramaikan Kenduri Kebangsaan Serambi Mekkah

Dalam penjelasannya Antonius Benny Susetyo menjelaskan "Gusdur Sang Pejuang Toleransi", kita harus belajar dari Gusdur sebagai seorang negarawan, orang yang mencintai tanah air dan bangsa, mau berkorban demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Gusdur orang yang menjaga persatuan yaitu orang yang tidak egois, tidak mau menang sendiri. Melainkan orang yang mau memberikan dirinya untuk bangsa dan negara.

"Maka selayaknya kita belajar dari Gusdur dalam merawat kebangsaan yaitu kejujuran, ketulusan, integritas, jika kita membaca pikiran Gusdur maka kita membaca Pancasila, dimana dalam 5 sila, dimana Gusdur selalu menjalankan semua nilai-nilai pancasila antara perkata dan perbuatan.

Baca Juga : Ketimbang Pakai Masker, Bersihkan Layar HP Jauh Lebih Efektif

Nasionalisme bagi Gusdur adalah mencintai tanah air yaitu memberikan semua apa yang kita miliki demi kesejahteraan masyarakat, cinta tanah air yaitu rela berkorban untuk menjaga perdamaian, kejujuran.

Dan Gusdur adalah sosok yang mempersatukan kita dengan energi yang positif yang mempengaruhi nilai-nilai kehidupan di sekitar kita.

Belajar dari Gusdur dalam merawat kebangsaan harus dari hati dan ketulusan itulah yang menjadikan negara Indonesia tetap eksis, aman, damai dan sejahtera.

Baca Juga : Dukung UMKM Terbaik Indonesia, BNI Luncurkan Bunga Nusantara

Di akhir pembicaraannya Antonius Benny Susetyo mengingatkan kita bahwa pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi rakyatnya mau mendengarkan berarti harus mau berkorban.

Gusdur adalah seorang yang berempati karena gusdur melihat negara ini terdiri dari beberapa suku bangsa, etnis, agama, mereka butuh disapa, dihargai, dilindungi. Menjadi seorang Gusdur itu adalah seorang negarawan yang mencintai negara yang aman dan damai. [SRI]