Polisi Tahan 10 Tersangka Penganiaya Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono. (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Polisi menahan 10 dari 11 tersangka perkara penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Satu tersangka tak ditahan lantaran sakit.

"Tersangka TR tidak ditahan. Dia mendapat penangguhan penahanan atas pertimbangan kesehatan," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Jakarta, Senin (7/10).

Baca Juga : Warga Tak Perlu Khawatir, Naik MRT Insya Allah Aman

10 tersangka yang ditahan masing-masing berinisial AA, ARS, YY, RF, B, S, SU, ABK, IA, dan R. Para tersangka diduga menculik dan menganiaya korban, saat mendokumentasikan aksi demo di seputaran Gedung DPR Senayan, Jakarta, 30 September 2019.

Ninoy dibawa paksa dari kawasan Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kala itu, dia tengah mendokumentasikan aksi pendemo yang kena semprotan gas airmata. Seketika, para tersangka merampas telepon seluler korban.

Baca Juga : Mendramatisir Corona

Ninoy pun dibawa secara paksa ke 'markas' para pelaku. Di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian, Ninoy dianiaya. Seluruh isi memori telepon selulernya diperiksa. Para pelaku baru membebaskan Ninoy, pada 1 Oktober 2019.

Merasa dapat perlakuan tak wajar, Ninoy pun melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi. "Sudah ditetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus ini, " tambah Argo.

Baca Juga : Jarang Dikeruk

Upaya pengembangan perkara, hingga kini masih dilakukan kepolisian.

"Ada dua orang yang sedang diperiksa sebagai saksi. Kita masih menunggu pengembangan status yang bersangkutan," jelas Argo. [GPG]