Ada Kekosongan Foto Ketum PPP 2011-2016

Di Kantor PPP Diponegoro Foto Djan Faridz Diturunkan

Djan Faridz sudah tidak ada dideretan Ketum PPP di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. (Foto : Istimewa).
Klik untuk perbesar
Djan Faridz sudah tidak ada dideretan Ketum PPP di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengurus PPP kubu Romi lagi girang. Sebabnya, MA dalam putusan PK, menolak gugatan kubu Djan Faridz terkait kepengurusan partai berlambang Ka’bah ini.

Dalam suasana itu, Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro Nomor 60, Menteng, Jakarta Pusat ramai. Beberapa orang hilir mudik memasuki kantor ini. Sebuah tenda besar masih terpasang di depan kantor tiga lantai itu. Namun, sudah tidak terlihat lagi puluhan kursi yang tertata rapi. Spanduk acara pun sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanya beberapa kursi. Ditumpuk di pinggir halaman. “Tenda itu bekas acara Hari Lahir ke-46 PPP, Minggu malam lalu. Banyak sesepuh partai datang,” ujar staf kesekretariatan DPP PPP Samsul, Senin (7/1).

Kondisi kantor PPP cukup semarak. Puluhan bendera dan spanduk terpasang di pagar. Sebuah videotron besar yang berada di halaman kantor, terus menampilkan gambar Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dan Sekjen DPP PPP Arsul Sani.

Baca Juga : Pramono Bilang Maunya Jokowi

Pintu masuk dalam keadaan tertutup. Tapi, bisa dibuka dengan mudah. Tepat di belakang pintu masuk, terdapat ruang lobby yang tidak telalu luas. Di dalamnya ada beberapa meja kaca dan beberapa kursi. Di tengah-tengahnya terdapat meja recepsionis yang dijaga satu petugas kesekretariatan. “Seluruh pengurus sedang ada kegiatan di DPR. Di sini hanya ada staf kesekretariatan,” ucap Samsul kembali.

Ruang lobby dipenuhi beberapa foto para pendiri partai dan para Ketua Umum PPP. Foto tersebut dibingkai dengan ukuran cukup besar. Mulai dari Ketua Umum PPP pertama kali, DJ Naro yang menjabat 1978-1988, selanjutnya Ismail Hassan Matareum dari 1988-1998.

Kemudian, Hamzah Haz dari 1998-2007, dilanjutkan Suryadharma Ali dari 2007 hingga 2011 dan terakhir M Romahurmuziy, mulai dari 2016-2021. Namun, ada kekosongan foto tahun kepemimpinan PPP dari 2011-2016. Foto Ketua Umum PPP Djan Faridz juga sudah tidak tampak lagi. Setengah tahun lalu, saat kantor tersebut masih mereka kuasai, foto Djan terpasang di dinding, di antara deretan foto para ketua umum.

Baca Juga : Kebal Corona Karena Qunut, Kiai Ma’ruf Keluar NU-nya

“Foto Pak Djan Faridz sudah diturunkan sejak setengah tahun lalu, saat kantor sudah beralih ke kubu Romy,” ucap salah seorang staf kesekretariatan yang enggan disebutkan namanya.

Saat ini, kata staf tersebut, kepengurusan PPP kubu Djan Faridz dengan Ketua Umum Humphrey Djemat dan Sekjen Sudarto, sudah pindah kantor yang berada di Jalan Talang Nomor 3, Menteng, Jakpus. “Yang di sana paling tinggal beberapa pengurus saja. Lebih banyak yang di Diponegoro,” klaim pria tersebut.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy menyatakan, saat ini sudah tidak ada lagi dualisme kepengurusan di partainya. Pasalnya, MA dalam Putusan PK Nomor 182 PK/TUN/2018 tanggal 8 November 2018, telah menolak gugatan kubu Djan Faridz terkait kepengurusan PPP. “Semua komponen gugatan terakhir diputuskan di tingkat PK Tata Usaha Negara (TUN), dan sudah kami menangkan. Jadi, tidak ada lagi dualisme di PPP,” klaim Romy di Kantor DPP PPP, Minggu (6/1).

Baca Juga : Dalam 3 Tahun, Ivan Mampu Buka 4 Kedai Nasi Kapau Pak Ciman

Menurut Romy, dengan adanya putusan PK, tidak boleh ada lagi pihak lain yang dengan sengaja atau tak sengaja, menyatakan diri lagi sebagai pimpinan atau pengurus PPP. Dia lantas meminta kadernya agar melapor pada penegak hukum jika ada yang mengaku sebagai pemimpin partai berlambang Ka’bah itu. “Kita akan melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk menegakkan kewibawaan dan menjaga kehormatan partai,” ucapnya.

Romy mengaku sudah menginstruksikan kepada seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) bila ada yang masih mengaku dan membawa aspirasi berbeda dari kepengurusan partai, agar dikenakan tindakan tegas. Ia mengatakan, ketegasan dalam menyikapi para pembelot di partainya sangat penting demi menjaga kehormatan PPP. “Ini soal kehormatan penegakan panji-panji partai,” tandasnya. [TIF]