Jaga Situasi Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

Mulai Besok, Polda Metro Jaya Liburkan Demo

Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Purnama (kedua kanan), usai rapat koordinasi jelang Pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (14/10). (Foto: Antara)
Klik untuk perbesar
Kapolda Metro Jaya Gatot Eddy Purnama (kedua kanan), usai rapat koordinasi jelang Pelantikan Presiden di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (14/10). (Foto: Antara)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Demi menjaga suasana kondusif jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Jokowi-Ma'ruf pada 20 Oktober mendatang, Polda Metro Jaya tidak akan menerbitkan izin penyampaian aspirasi (unjuk rasa) selama enam hari. Mulai Selasa (15/10) hingga Minggu (20/10).

Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya, Gatot Eddy Purnama usai rapat koordinasi antara pimpinan DPR dengan aparat keamanan. Baik dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Badan Intelijen Negara (BIN), maupun Kepolisian Republik Indonesia.

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Tanggap 2 Pelaku Penimbun Masker di Cibubur dan Senen

"Kami tidak akan menerbitkan izin menyampaikan aspirasi, mulai besok sampai 20 Oktober mendatang. Kalau ada pihak yang memberitahukan akan unjuk rasa, kami akan memberi diskresi. Tidak akan memberikan perizinan. Supaya kondisi tetap kondusif," ujar Gatot di Media Center DPR, Jakarta, Senin (14/10).

Dengan demikian, rencana Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Nusantara yang ingin berunjuk rasa di tanggal tersebut, dipastikan ilegal.

Berita Terkait : Resmi Jadi PM Malaysia, Pelantikan Muhyiddin Yassin Cuma 12 Menit

Hal itu diamini oleh Panglima Kodam Jayakarta, Eko Margiyono. "Kalau ada yang unjuk rasa, itu bahasanya ilegal. Oleh karena itu, kami sudah menyiapkan parameter di sekitar Gedung DPR/MPR ini. Kami sudah buat pengamanan seperti saat menghadapi unjuk rasa beberapa hari lalu. Tidak ada yang spesifik," ujar Eko. [OKT]