RMco.id  Rakyat Merdeka - Usai dipanggil Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku tidak diberitahu jabatan apa yang akan disandangnya di Kabinet Kerja Jilid II.

Mahfud yang datang ke Istana pada pukul 09.25 WIB dengan mengenakan kemeja putih memaparkan, dalam pertemuan di Istana, ia bicara banyak hal dengan Jokowi. Antara lain soal hak asasi manusia (HAM) dan masalah penegakan hukum.

Baca Juga : Camat Cilandak: 200 Mahasiswa PTIQ Cilandak Positif Covid-19

"Tidak diberitahu menteri apa. Pelantikan nanti hari Rabu (23/10).  Saya dan Pak Jokowi bicara banyak hal. Ada soal pelanggaran HAM, pemberantasan korupsi di berbagai sektor. Soal ini, Pak Jokowi ternyata punya data lengkap. Kita juga bicara soal penegakan hukum, yang harus dimotori oleh Eksekutif, karena Eksekutif punya perangkat yang diperlukan. Juga ada masalah deradikalisasi, dan pembelahan-pembelahan yang sifatnya primordial. Ini agar dipersatukan lagi, dalam konsep keberagaman dalam kebersatuan," jelas Mahfud.

Soal pos jabatan, Mahfud kembali menegaskan bahwa ia belum tahu. Yang pasti, ia siap membantu negara.

Baca Juga : Gandeng Vopak, Chandra Asri Bikin Perusahaan Di Bidang Infrastruktur Industri

"Saya siap membantu negara. Bisa di bidang Hukum, Politik, atau Agama seperti yang selama ini ramai diisukan," kata Mahfud.

"Saya kira, Presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu. Beliau tahu tempat yang pas buat saya," tutup Mahfud. [HES]