Filep Wamafma: Pilih Menteri Papua yang Dekat dengan Rakyat

Robert J Kardinal (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Robert J Kardinal (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Senator Papua Barat, Filep Wamafma, mengingatkan pentingnya keterwakilan masyarakat Papua di kabinet Pemerintahan Jokowi di periode dua ini. Dengan persentase kemenangan hampir mencapai 80 persen di Papua-Papua Barat, sangat pantas Jokowi menempatkan tokoh Papua di kabinet.

Di hari pertama pasca dilantik menjadi Presiden Periode 2019-2024, Jokowi memang sudah memanggil sejumlah kandidat menteri ke Istana Jakarta. Namun, dari sederet tokoh yang muncul di Istana Negara, belum ada satu pun berasal dari Papua.

Baca Juga : Polda Bengkulu Berhasil Gagalkan Penyelundupan 18 Ribu Ekor Benih Lobster Senilai Rp 4 M

“Sampai saat ini belum ada bocoran. Jika memang ada niat (Presiden Jokowi) menggunakan orang Papua di kabinet, kita akan bersyukur sekali. Pada prinsipnya, orang Papua punya hak dan kedudukan yang sama,” kata Filep, di Jakarta, Senin (21/10).

Filep mengatakan, kandidat menteri dari Papua-Papua Barat cukup banyak. Baik dari profesional maupun politisi. Dari kalangan profesional, ada Rektor Universitas Cendrawasih, Afolo Safanpo dan Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi Papua-Papua Barat, Suriel Mofu. Sementara dari kalangan politisi ada Ketua Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat Periode 2014-2019, Robert J Kardinal (Golkar), dan Politisi PDIP, Jimmi Damianus Idjie. Keduanya, saat ini duduk di DPR. Robert sudah duduk di DPR sejak 2004 hingga sekarang. Sementara Jimmi duduk di DPR sejak 2014 dan masih terpilih dari dapil Papua Barat. 

Baca Juga : Presiden Apresiasi Capaian MK Tangani Sengketa Hasil Pileg Dan Pilpres 2019

“Kalau dua orang ini, di Papua sudah terkenal sekali. Baik Pak Robert maupun Pak Jimmi, sudah jalankan amanah masyarakat Papua sampai sekarang. Pak Robert ini trah politiknya tidak diragukan lagi. Sudah belasan tahun melakukan kegiatan sosial di masyarakat, jadi sudah sangat dekat dengan masyarakat Papua. Saya kira beliau bisa menjadi representase orang Papua di kabinet,” katanya. 

Filep mengatakan, selama ini memang selalu ada representase masyarakat Papua di pemerintahan. Di periode sebelumnya, Presiden Jokowi menetapkan Yohana Yambise untuk menduduki Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Dengan kemenangan yang diraih hampir mencapai 80 persen di Papua, saya kira sudah semestinya ada award kepada orang Papua dalam bentuk jabatan politik,” katanya.

Baca Juga : RI dan Singapura Kerja Sama Peningkatan Daya Saing Industri

Filep menambahkan, masyarakat Papua akan sangat bangga jika Presiden Jokowi menempatkan orang Papua di kabinet yang strategis. “Banyak orang Papua yang layak dan patut. Semua anak bangsa mengakui bahwa orang Papua punya kemampuan dan bisa mengelola negara,” katanya. [KAL]