Erick Thohir dan Prabowo Akhirnya Mau Jadi Menteri..

Erick Thohir (kiri) dan Prabowo Subianto. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Erick Thohir (kiri) dan Prabowo Subianto. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Erick Thohir dan Prabowo Subianto jadi sorotan utama di antara para calon menteri yang dipanggil ke Istana, kemarin.

Erick disorot karena berulang kali bilang ogah jadi menteri. Tapi, kemarin dengan lantang dia menyatakan kesediaannya menjadi menteri.

Sementara Prabowo lebih menganehkan lagi. Setelah habis-habisan melawan dan menyerang Jokowi di Pilpres lalu, kini dia malah bersedia menjadi pembantu lawan tandingnya.

Selain mereka, ada sembilan nama lain yang dipanggil Jokowi: Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto, Pratikno, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto, dan Edhy Prabowo.

Berita Terkait : Pengunduran Mahathir Diterima Raja, Tapi Masih Ditugasin Jadi Perdana Menteri

Kecuali Tito, semuanya memakai kemeja putih, pakaian “resmi” kabinet Jokowi. Mahfud tiba paling awal. Pukul 09.30 WIB. Kemudian, pukul 10.17 WIB giliran Nadiem Makarim. Berikutnya, Wishnutama muncul pukul 11.10 WIB.

Tak lama berselang, hadir Erick Thohir. Sekitar pukul 12 siang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga datang ke Istana. Tapi, Tito tak pakai kemeja putih. Dia pakai seragam Polri. Tito datang didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dan Koorspri pim Kapolri, Kombes Ferdy Sambo.

Sekitar pukul 14, datang Pratikno, Fadjroel Rachman, dan Nico Harjanto. Ketiganya kompak memakai kemeja putih panjang dan celana hitam. Mereka tertawa-tawa sambil melambaikan tangan.

Sedangkan Prabowo, tiba di Istana pukul 16.15 WIB Prabowo datang ditemani wakilnya di Gerindra, Edhy Prabowo. Sama seperti beberapa calon menteri lain yang datang duluan, keduanya juga mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Berita Terkait : Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Kunjungan Kerja Ke Abu Dhabi

Mereka berjalan kaki dari pos pemeriksaan di bagian utara Istana menuju pintu belakang. Beberapa petugas protokol Istana mengawal. Prabowo tampak agak bingung. Petugas-petugas itu mengarahkannya menuju tempat pertemuan.

Begitu melihat wartawan, Prabowo melambaikan tangan tinggi-tinggi. Sesekali, diganti hormat. Senyumnya mengembang. Sedangkan Edhy lebih kalem. Hanya sekali melambaikan tangan.

Saat dikerumuni wartawan, Prabowo tak mau banyak komentar. “Nanti ya,” elaknya. Dia hanya menyebut, dikontak Minggu malam untuk datang ke Istana. Setelah itu, dia bergegas masuk. Prabowo dan Edhy bertemu Presiden Jokowi sekitar 1 jam.

Keduanya keluar pukul 17.10 WIB. Prabowo kembali dadah-dadah dan pasang senyum. Edhy, yang memegang map putih, hanya senyum-senyum. Kemudian keduanya menuju mikrofon yang memang disiapkan untuk memberikan pernyataan.

Berita Terkait : Prabowo Teriak Lagi Bokek

Eks Danjen Kopassus itu menyatakan, bersama Edhy, diminta Jokowi memperkuat kabinet. Prabowo mengingatkan, apabila Gerindra diminta, pihaknya siap membantu.

“Dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” ujar Prabowo. “Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan,” imbuhnya seraya menyatakan, dia sudah diizinkan presiden untuk menyampaikan soal itu.
 Selanjutnya