Mantan Menkes Siti Fadilah Supari Nilai Terawan Pas Jadi Menkes

Menteri Kesehatan dokter Terawan (kedua kanan). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Menteri Kesehatan dokter Terawan (kedua kanan). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari, memenuhi pemanggilan sebagai saksi di sidang kasus dugaan korupsi pengadaan regent dan consumable penanganan virus flu burung di Kementerian Kesehatan.

Salah satu menteri di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memberikan keterangan dalam kasus yang menjerat terdakwa, Freddy Lumban Tobing,

Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (24/10).

Berita Terkait : Man City Vs Spurs : Aguero Bisa Jadi Penentu

Di sela-sela itu, Siti sempat mengomentari penunjukan mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dr Terawan. Siti Fadilah menilai dr Terawan tepat menempati posisi sebagai Menteri Kesehatan.

Menurut dia, dr Terawan merupakan sosok pemimpin yang mempunyai jaringan dan pengetahuan yang luas.

"Dia orangnya kepemimpinan oke, pengetahuan bagus, net working luas. Pokoknya top benar jadi Menteri Kesehatan. Saya sangat setuju dan mendukung dokter Terawan," ujar Siti.

Baca Juga : SaladStop! Ajak Masyarakat Cermat Demi Pelestarian Lingkungan

Dia mengaku mengenal dokter Terawan karena pernah bersama-sama menempuh pendidikan dokter di Universitas Gajah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Siti juga sering berobat di RSPAD Gatot Soebroto dan bertemu dokter Terawan. Siti menyatakan akan menyampaikan permasalahan-permasalahan kesehatan di Indonesia secara langsung kepada dr Terawan.

"Itu nanti akan saya sampaikan langsung ke dokter Terawan. Saya berobat ke RSPAD," imbuhnya.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

Setelah menjabat sebagai menteri, dokter Terawan dihadapkan pada sejumlah permasalahan. Salah satunya mengenai BPJS Kesehatan.

Siti Fadilah menilai, permasalahan BPJS Kesehatan tidak dapat dilimpahkan semua kepada menteri. Dia menegaskan, sejumlah stakeholder terkait juga harus membantu mencari upaya penyelesaian.

"(BPJS) bukan persoalan satu orang. Saya kira dokter Terawan tidak bisa dibebani BPJS. BPJS kompleks. Mudah-mudahan akan bisa mencari terobosan yang bagus untuk penyelesaian BPJS," tandas terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan itu. [OKT]