Kepala Bappeda DKI Mundur, Anies Terkejut

Sri Mahendra Satria Irawan saat mengumumkan pengunduran dirinya. (Foto: Marula Sardi/RM)
Klik untuk perbesar
Sri Mahendra Satria Irawan saat mengumumkan pengunduran dirinya. (Foto: Marula Sardi/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Sri Mahendra Satria Irawan, mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar ini langsung diumumkan dirinya sebelum Pemprov DKI mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020. 

Mahendra tak menjelaskan secara rinci alasan pengundurannya. Dia hanya menyebut keluarnya dirinya dari jabatan dikarenakan ingin Bappeda lebih baik lagi. "Bapak/Ibu sekalian, seperti kita ketahui situasi dan kondisi saat ini, yang membutuhkan kinerja Bappeda yang lebih baik lagi," kata Mahendra, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (1/11).

Berita Terkait : Kali Ini, Anies-Istana Kompak

Mundurnya Sri Mahendra diduga karena munculnya beberapa anggaran yang dinilai janggal di dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS). Sebab, Bappeda memiliki peran melakukan perencanaan pembangunan daerah.

Setelah mundur, Sri Mahendra sudah tak bisa mengemban tugas tersebut. "Saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dengan harapan agar akselerasi bappeda dapat lebih ditingkatkan," katanya.

Berita Terkait : Soal Monas, Anies Disikat Tiga Menteri

Setelah Sri Mahendra mengumumkan pengunduran diri, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, langsung maju ke depan podium. Dia mengatakan menerima pengunduran diri tersebut. Walaupun terkejut, Anies menghormati keputusan besar itu.

"Meskipun cukup terkejut sangat, kami menerima permohonan beliau. Ini adalah sebuah sikap yang perlu dihormati, dihargai, ketika memberi kesempatan kepada yang lain ketika mementingkan organisasi diatas dirinya," tutup Anies. [MRA]