Paloh Ketemu PKS

Jokowi: Sama Saya Sudah Gak Kangen

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi. (Foto: IG@jokowi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menanggapi santai safari politik yang dilakukan Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh ke Presiden PKS Sohibul Iman. Dia menilai pertemuan itu hal yang biasa. Jokowi meminta jangan baper alias dibawa perasaan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berdialog dengan wartawan Istana Kepresidenan, di Istana Merdeka, kemarin. “Ya biasa saja lah. Partai ketemu partai biasa. Tokoh politik ketemu, ya biasa. biasa sekali loh ini, enggak ada masalah,” ujar Jokowi.

Dia meminta pertemuan Paloh dengan Sohibul tidak ditafsirkan sebagai rapuhnya koalisi. “Apahubungannya? nggak ada hubungannya,” selorohnya.

Jokowi berprasangka baik, mungkin saja Paloh bertemu Sohibul karena kangen. Keduanya sudah lama tak bertemu. “Mungkin dengan saya udah nggak begitu kangen karena sering ketemu. Biasa saja lah nggak usah terlalu dibawa ke perasaan,” tutur Jo kowi disambut tawa wartawan.

Berita Terkait : Keputusan Jokowi Pertahankan BG sebagai Kepala BIN Bisa Dimengerti dan Tepat

Lagian, menurut dia, sah-sah saja jika pertemuan dilakukan untuk kebaikan bangsa dan negara. Nasdem sendiri akan kembali melanjutkan safari politiknya. Mereka berencana akan bertemu dengan PAN.

Hal ini diungkapkan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya. Namun, ia tak mengungkapkan pasti terkait kapan pertemuan tersebut akan digelar. “Ada rencana begitu, tapi waktunya mungkin setelah kongres,” ujar Willy, kemarin.

Willy mengatakan, dirinya sering berkomunikasi dengan Sekjen PAN Eddy Soeparno untuk menyesuaikan jadwal pertemuan. Kemungkinan, pertemuan akan dilakukan setelah Kongres Partai Nasdem yang akan digelar pada awal November ini. “Jadi dengan PAN komunikasi Nasdem bagus. Tapi, karena padatnya acara prakongres dan sudah kongres tinggal beberapa hari lagi, kita akan lakukan setelahnya,” tandasnya.

Terpisah, Waketum PAN Hanafi Rais menyatakan, partainya terbuka untuk berkoalisi dengan Nasdem. Apa lagi, kedua partai memiliki sejarah yang baik dalam berkoalisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Sumatra Utara dan Riau.

Berita Terkait : Jokowi Pasrah dan Bersyukur

“Saya kira apapun yang namanya safari politik atau bahasa kita silaturahim, tentu Insya Allah ada hikmah ada kebaikan disitu. Namanya juga ada silaturahim tentu kita terima,” ujar dia, kemarin.

Tapi Hanafi juga mengaku belum tahu kapan persisnya pertemuan antara PAN dengan Nasdem dilakukan. Itu disebutnya sebagai urusan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. “Itu nanti Pak Zulhas sebagai ketua umum yang tentu akan melihat dan menerima kunjungan dari Partai Nasdem, kalau memang ada silaturahim tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Con sulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan, pertemuan elite politik antar partai tak perlu buruburu di maknai sebagai upaya membentuk kutub politik baru untuk kepentingan jangka pendek. Dalam perspektif ini, pertemuan elite politik justru menjadi hal yang lumrah dan wajar-wajar saja.

"Pertemuan elite politik partai Nasdem dan sedang menunjukkan kedewasaan berpolitik meski berada pada kutub politik yang berbeda,” ujar Pangi.

Berita Terkait : Ketemu Pengusaha Eropa, Jokowi Sindir Diskriminasi Sawit

Pangi mengatakan, silaturahmi elite politik sudah semestinya dilakukan untuk mencegah terjadinya kebuntuan politik. Pertemuan seperti itu sangat dibutuhkan untuk meredakan ketegangan di tingkat akar rumput (grassroot) ya ng terjadi selama pemilihan umum (pemilu) lalu.

“Kader dan simpatisan membutuhkan contoh langsung dari para elitenya, bagai mana harus bersikap pasca kompetisi. Kedewasaan politik harus diaplikasikan dan persatuan harus diutamakan,” terangnya. [OKT]