Bantah Ada Ricuh Di Penggusuran Sunter

Wali Kota Jakarta Utara Serius Nih?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sebuah kesempatan. Foto: Twitter @aniesbaswedan
Klik untuk perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sebuah kesempatan. Foto: Twitter @aniesbaswedan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak ada kericuhan saat penggusuran di kawasan Sunter Jaya, Tanjung Priok. Menurut Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, warga malah membantu petugas membongkar bangunan milik mereka. Apa benar?


“Nggak lah. Nggak ada (kericuhan). Damai. Sampai saat ini pun damai?” kata Sigit di Balaikota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Baca Juga : Arab Saudi Larang Warga Negara-negara GCC Masuk ke Mekkah dan Madinah

Dia menjelaskan rencana penggusuran sudah disosialisasikan dua bulan lebih dengan warga. Semua sepengetahuan warga. Bahkan proses pembongkaran itu kota hanya membantu. “Itu dilakukan sendiri oleh mereka,” tambahnya.

Diapun membantah bahwa warga korban penggusuran merupakan pendukung Anies Baswedan saat Pilkada 2017 lalu. 

Baca Juga : Bangun Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Bisa Terapkan Intervensi Terbatas

“Cek aja, di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada nggak? Orang ikut pemilu aja enggak kok. Nggak terdaftar di TPS maupun DPT. Itu klaim atas nama pemilih siapa?” tutupnya.

Sekadar info, Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis (14/11).

Baca Juga : Mahathir Siap Jadi Perdana Menteri Malaysia Lagi

Penertiban tersebut berujung bentrok, karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali sejak puluhan tahun tersebut. Mereka memilih bentrok karena memang tak punya tempat tinggal lain. [KRS]