Ini Upaya TPID Kendalikan Inflasi di DKI Jelang Akhir Tahun

Pengendalian inflasi/Ilustrasi (Grafis: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Pengendalian inflasi/Ilustrasi (Grafis: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di ujung 2019 dan perayaan Tahun Baru 2020, telah dilakukan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta, Rabu (27/11). Rapat yang dipimpin Sekda Provinsi DKI Jakarta sebagai ketua harian TPID DKI Jakarta bertujuan untuk memonitor kondisi pasokan, stock, harga dan juga kesiapan instansi terkait dalam menghadapi akhir tahun dengan tujuan untuk memastikan stabilitas ekonomi di DKI terjaga dengan baik.

Rapat tersebut juga dihadiri Asisten Perekonomian Setda, Kepala Dinas terkait, Perjabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, serta pimpinan BUMD pangan dan Bulog dengan Irjen Kemendag dan Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dari Kemenko Perekonomian sebagai pembicara. 

Berita Terkait : Jangan Wacana Terus, Lakukan!

Berdasarkan keterangan resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, hasil koordinasi dengan instansi terkait, diperoleh informasi bahwa pasokan dan stock beberapa komuditas pangan penting relatih aman dan ter-manage dengan baik. Seperti beras, daging ayam ras, telur, minyak goreng, bawang putih, cabe-cabean, dan bahan bahan makanan strategis lainnya.

Selanjutnya ditegaskan bahwa pasokan LPG 3 kg yang sampai saat ini penggunaannya baru terpakai 83 persen dari kapasitas/stok yang tersedia, sangat aman. Pertamina bahkan berkomitmen akan melakukan penambahan sebanyak 50 persen dari kebutuhan sampai dengan Desember 2019. 

Berita Terkait : Bantu Korban Banjir, DPD Golkar DKI Jakarta Gelar Baksos

Upaya untuk mengoptimalkan pasokan kebutuan bahan makanan juga dilakukan BUMD di DKI Jakarta seperti peningkatan pasokan daging ayam ras oleh Dharma Jaya, kerja sama Pasar Jaya dengan Kementan (Toko Tani Indonesia) dan Bulog (Rumah Pangan Kita) untuk memperkuat pasokan Bawang Merah, serta optimalisasi mesin Controlled Atmosphere Storage (CAS) untuk pasokan cabai merah di pasar Kramat Jati.

Selain itu, dalam upaya ikut membantu stabilisasi harga di kawasan sekitar Jakarta, yang sekitar 30 persen pasokan di Jakarta dibeli oleh pedagang di 4 kota sekitar seperti Bogor, Depok, Banten, dan Bekasi. Salah satu alternatif solusi untuk hal tersebut adalah mengoptimalkan distribution center di kota-kota tersebut yang dimiliki oleh Pasar Jaya.

Berita Terkait : BNI Lipat Gandakan Kasih Sayang di 85 Panti Asuhan

TPID menghimbau masyarakat, dalam menghadapi libur akhir tahun, tetap mengedapankan rasionalitas. Yaitu berbelanja dengan bijak sesuai dengan kewajaran. Kepada pedagang, agar tidak mengambil momentum untuk tatap normal mengambil keuntungan sebagai wujud kepedulian terhadap stabilitas ekonomi DKI.

Melihat perkembangan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Bahan Makanan Jakarta Januari sampai dengan Oktober 2019, diperkirakan tingkat inflasi DKI Jakarta pada akhir tahun 2019 dapat mencapai target inflasi nasional sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen. [USU]