Mungkin Saja, Granat Asap Itu Punya Polisi Yang Ketinggalan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono (Foto: Tribratanews Polri)
Klik untuk perbesar
Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono (Foto: Tribratanews Polri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, tak tertutup kemungkinan, granat asap yang meledak di Monas tadi pagi adalah milik polisi yang ketinggalan.

"Granat asap kan bisa dimiliki tim kita, mungkin tertinggal. Tapi kan belum tahu. Kita dalami dulu," ungkap Eddy yang didampingi Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dalam konferensi pers di Monas, Selasa (3/12).

Berita Terkait : Malam Pergantian Tahun, Kapolda Metro Jaya Minta Masyarakat Tak Konvoi Kendaraan

Gatot juga menegaskan ledakan ini bukan berasal dari teror bom. Sehingga ia meminta masyarakat untuk tidak takut dan beraktivitas seperti biasa.

"Ini kan hanya granat asap. Nggak perlu dibesarkan. Kami akan lakukan penyelidikan mendalam khususnya mengapa kenapa ada barang itu," ucap Gatot.

Berita Terkait : Jelang Tahun Baru 2020, Polda Metro Jaya Amankan 1 Ton Narkoba

Senada, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menyebut, kejadian ini bukan suatu hal yang luar biasa. "Kami hanya ingin menyampaikan kepada publik bahwa ini bukan sesuatu hal yang luar biasa," tutur Eko. E

ko mengimbau semua pihak tidak menyebarkan foto ataupun video terkait kejadian ini. "Korban masih hidup, masih bisa duduk masih bisa bicara," tegasnya.

Berita Terkait : Bamsoet: Irjen Gatot Eddy Pramono Sosok Tepat Dampingi Kapolri

Dalam ledakan ini, dua anggota TNI jadi korban. Serka Fajar yang memegang granat asap itu, terluka parah di bagian tangan kiri. Sementara Praka Gunawan, mengalami luka di bagian paha.

Kedua korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Saat ini keduanya sedang dalam perawatan. Mereka akan dimintai keterangan jika dianggap sudah cukup sehat. [OKT]