Kini Soal Anggaran Komputer 128 M, Anies Ditembak Lagi

Anies Baswedan (Foto: Twitter Anies)
Klik untuk perbesar
Anies Baswedan (Foto: Twitter Anies)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak pernah sepi dari bully-an. Setelah ramai-ramai soal anggaran  lem Aibon beberapa waktu lalu, kini Anies ‘ditembak’ lagi soal anggaran  komputer senilai Rp 128 miliar.

Heboh soal anggaran komputer ini kembali diinisiasi oleh anggota DPRD dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Adalah anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anthony Winza Prabowo, yang mempertanyakan anggaran komputer dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah (RAPBD) DKI Jakarta tahun 2020 saat rapat komisi di DPRD DKI Jakarta, Kamis lalu.      

Anthony kaget dengan anggaran yang diusulkan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). “Saya melihat di BPRD itu ada anggaran yang lumayan fantastis, itu untuk pembelian  komputer kapabilitas data analitik, satu unit itu sekitar Rp 60 miliaran, plus ada tambahan lagi sembilan unit (perangkat) apa saya lihat, itu sekitar Rp 60 miliar juga. Jadi total sekitar Rp 120 miliaran. Tolong dijelaskan, saya enggak berani nuduh dulu,” kata  Anthony.      

Ia pun membandingkan, penggunaan unit komputer di Dirjen Pajak Kementerian Keuangan yang mengelola pajak seluruh Indonesia. Jangan sampai nasional saja enggak pakai alat dengan nilai fantastis, tapi Jakarta pakai alat yang satu unitnya Rp 60  miliar. Ia meminta, jaminan BPRD DKI. Dengan pembelian alat mahal itu, apakah akan berdampak pada  Pendapatan Asli Daerah (PAD).        

Berita Terkait : Anies Urus Banjir (Lagi)

“Kalau sudah beli alat ini, maka  bisa jadi nambah berapa PAD. Jangan  sampai beli alat, tapi enggak tahu buat  apa, spesifikasinya enggak tahu apa,  output-nya pun bisa jadi berapa?” tanya dia.      

Berdasar situs web apbd.jakarta.go.id, pengadaan komputer itu terdiri dari pembelian satu unit komputer, dua unit storage area network (SAN)  switch, enam unit server, dan sembilan unit storage untuk mainframe. Total anggaran yang diusulkan Rp  128.992.331.600. Rinciannya adalah satu unit komputermainframeZ14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN),  dua unit SAN switch seharga Rp 3,49  miliar (dengan PPN), enam unit server  seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN),  dan sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar.        

Pertanyaan Anthony saat rapat komisi ini memicu perdebatan sengit. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Cinta Mega menyerang Anthony. Politisi  PSI ini dinilai Cinta menyebar rilis  ke media perihal anggaran ini. Kata  Cinta, hal tersebut tidaklah etis, Anthony dianggap membangun opini  buruk publik.         

Menanggapi ini, netizen terbelah. Banyak warganet yang menembak  Anies. Seperti akun @mentimoen  yang nyinyir betul ke Anies. “RAPBD  DKI katanya ada pengadaan 1 komputer dengan harga Rp 128,9 milyar. Casingnya dari logam mulia, keyboardnya dari batu permata. Processornya bisa berdenyut-denyut mesra kalo Gabener Anies mendekat,” cuitnya  senada dengan @Alvinbenito. “Mungkin quantum computer supaya smart  city bisa lebih smart karena sekarang  sistem kurang smart. Berbaik sangka  saja.”        

Berita Terkait : Kemenperin Bidik Penyerapan Anggaran Semester I Capai 42 Persen

Tweeps @cumakicaukacau mencoba menengahi. “Itu bukan pc biasa. Itu server berikut storage, san, san switch. Alat ini memang mahal. Tapi tidak semahal itu. Patut ditanyakan harga per unit dan mereknya. Juga services implementasinya seperti  apa,” tulisnya diamini @Dekary83. “Kebiasaan pakai pc warnet dual core atau amd x2, giliran dengar hrga HPC  harga segitu macam dengar kiamat.” Tweeps @BluejekID megamini.         

“Lain kali baca dulu. Yang dibeli bukan  PC tapi mainframe. Harganya emang  segitu,” tandasnya dibenarkan @Yanua02. “Sistem komputer 9 juta dolar AS include maintenance 3 tahun untuk  maksimalkan potensi pajak 3 miliar dolar AS (Rp 44 T). 2019 pemasukan pajak 75 persen dari 3 miliar dolar AS.       

Kalau 1 tahun bisa tingkatkan sampai  5 persen dah balik modal. Susah kalo Katak dalam tempurung nge-twit.” Warganet lainnya membela Anies. Biarkan persoalan ini dibahas DPRD. “Ternyata sedang dibahas di DPRD, tapi  anehnya justru sesama anggota DPRD  yang bertengkar, Rapat Komisi C  DPRD Jakarta Ricuh, Wartawan Diusir  dari Ruangan,” kicau @gunaditaufik disambut @bantengdungu. “Briefing  isu baru untuk nyerang Anies udah  keluar dari kakak pembina tentang  ‘satu unit komputer’ harga milyaran.  Ini bunuh diri lagi dari buzzeRp tapi  demi rupiah harus dijalankan.”      

Anies menanggapi singkat polemik  anggaran komputer ini. Menurutnya,  anggaran masih dalam pembahasan.  Biar saja menjadi urusan perdebatan  antar anggota dewan. “Semuanya sekarang dalam pembahasan. Biar saja  dibahas antar-DPRD. Kan itu perdebatan  antar-Dewan. Saya menghormati proses  yang terjadi di DPRD,” kata Anies.        

Berita Terkait : Ngecek Tanggul Jebol, Anies Gandeng Basuki

Kepala Badan Pajak dan Retribusi  Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal  Syafruddin menjelaskan, usulan pengadaan komputer lengkap dengan  perangkatnya akan digunakan untuk  sistem yang akan memetakan dan  mengetahui potensi pajak daerah  secara digital. [FAQ]