Diserang `Gubernur Diskotik, Anies Dibela 212

Gubernur DKI Anies Baswedan (tengah berpeci hitam). (Foto: IG@aniesbaswedan)
Klik untuk perbesar
Gubernur DKI Anies Baswedan (tengah berpeci hitam). (Foto: IG@aniesbaswedan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anies Baswedan di-bully lagi di medsos. Kali ini, Gubernur DKI Jakarta itu dikritik karena memberikan penghargaan ke diskotik Colosseum. Bahkan, Anies sampai dijuluki gubernur diskotik. Banyak juga yang membelanya, salah satunya datang dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. GNPF merupakan salah satu motor gerakan 212. 

Penghargaan yang dimaksud adalah Anugerah Adikarya Wisata 2019. Penghargaan ini diberikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov DKI Jakarta pada Jumat (6/12). Colosseum mendapatkan penghargaan untuk kategori hiburan dan rekreasi klab malam dan diskotik. Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak menyebut, tidak ada yang aneh dari pemberian penghargaan itu. 

Dari informasi akurat yang didapatnya, pemberian anugerah itu diberikan Disparbud DKI Jakarta kepada 31 instansi. “Informasinya program tersebut dijalankan setiap dua tahun sekali dan sudah berjalan sejak gubernur sebelumnya,” kata dia. Makanya, dia heran Anies diserang soal ini. Apalagi, pemberian penghargaan itu juga telah melewati banyak pertimbangan. 

Berita Terkait : Anies: Mayoritas Pengungsi Sudah Pulang Ke Rumahnya

Seperti menyerap tenaga kerja serta memberikan kontribusi pembangunan dan perkembangan pariwisata di ibu kota. Selain itu, diputuskan bukan hanya oleh gubernur, tapi ada dewan juri lainnya. Penghargaan juga bukan diberikan hanya untuk satu instansi. Ada tempat hiburan, diskotik, hotel, restoran, travel, penerbangan, bahkan ada sekolah menengah kejuruan, sekolah tinggi, media, media elektronik dan lain nya. “Tapi yang dijadikan hot issue oleh kelompok pendendam atau Buzzer yang masih susah move on atas kemenangan gubernur muslim dalam Pilkada DKI Jakarta,” ujar dia heran. 

Plt Kepala Disparbud DKI Jakarta, Alberto Ali mengatakan, ada sejum lah alasan mengapa Colosseum menang. Yakni, karena dedikasinya dan kinerjanya. “Kemudian karena kontribusi terhadap pariwisata Jakarta. Ada tim yang menilai itu semua,” ungkap Alberto. 

Penghargaan kepada diskotik tidak dilarang menurut peraturan. Apalagi diskotik adalah salah satu tempat usaha dan pariwisata. “Kita juga tegas. Dalam Pergub 18 tahun 2018, kalau tiga hal yang dilanggar narkotika, per ju dian sama prostitusi itu kita rekomen dasikan untuk dicopot izin dan ditutup,” tegasnya. 

Berita Terkait : Ditanya Kebijakan Penanggulangan Banjir, Anies Masih Fokus Penanganan Korban

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah menegaskan, Colosseum 1001 Club telah bersih dari narkotika. Pengawasan tempat hiburan malam juga rutin dilakukan oleh tim dan dipantau oleh Dinas Pariwisata DKI dan juga Satpol PP. Di jagat Twitter berita soal pemberian penghargaan ke Colosseum bikin heboh. 

Wakil Ketua Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Ayang Utriza melalui @Ayang_Utriza heran mengapa tidak ada orang yang memprotes pemberian penghargaan kepada klub Colosseum. “Mohon maaf, izin bertanya: kok gak ada yang demonstrasi dari ormas terlarang, ormas perusuh, partai pen jual agama, panitia hari kiamat, & pemegang kunci surga-neraka?” tanya Ayang meyindir, serupa dengan nyinyiran @yunartowijaya. “Yang hobi demo+merasa dah beli kavling surga pada kemana suaranya?” cuitnya nyinyir.

 Akun @kangdede78 lebih takjub lagi. Karena Anies justru dibela kelompok yang anti dengan kemaksiatan. “Selama menjabat sebagai Gubernur DKI, baru pertama kali ini saya ngasih apresiasi yang tinggi kepada Bang @aniesbaswedan. Gegara Pemerintah @DKIJakarta memberikan penghargaan Adikarya Wisata kepada diskotek Colosseum, didukung ulama GNPF, markosippp,” sebut dia.

Berita Terkait : Anies Belepotan

Akan tetapi, ada juga warganet yang memuji pemberia penghargaan ini. “Diskotek itu ada dan keberadaannya berizin/legal, termasuk semua yang dijual legal. Gubernur adalah milik semua golongan. Ya masing-masing aja lah, pandaipandai mensikapi hal jangan pendek logika,” tulis akun @Saulia26. [FAQ]