Jelang Tahun Baru 2020, Polda Metro Jaya Amankan 1 Ton Narkoba

Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono (kedua kiri) dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12). (Foto: Humas Polri)
Klik untuk perbesar
Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono (kedua kiri) dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12). (Foto: Humas Polri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, jelang perayaan Tahun Baru 2020, Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran berhasil mengamankan narkoba dari berbagai jenis, dengan jumlah mencapai hampir 1 ton, Jumat (27/12).

Barang bukti narkoba yang diamankan penyidik Polda Metro Jaya terdiri dari ganja seberat 746,87 kilogram, sabu-sabu 26,28 kilogram, ekstasi 6.528 butir, dan heroin 4,5 kilogram. Selain itu, juga ada pil Happy Five sebanyak 704 butir dan ketamin sebanyak 2,57 gram.

Berita Terkait : Sahroni Dorong Polda Metro Jaya Ungkap Isu Pemerasan

“Ini merupakan hasil yang diungkap Polda Metro Jaya, maupun Polres-Polres yang ada di jajaran Polda Metro Jaya ini, sejak bulan November sampai tanggal 19 Desember,” ungkap Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono, di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12).

Heroin 4,5 kg adalah jumlah yang cukup besar, karena itu pihaknya akan terus mendalami dari mana barang haram itu berasal.

Berita Terkait : Yuni Shara Hibur Pengunjung Mal Ciputra Jakarta

“Heroin ini cukup besar, ini kami lagi dalami jaringannya oleh Pak Direktur Reserse Narkoba,” jelas perwira tinggi yang selanjutnya akan menjabat Wakapolri itu.

Gatot juga mengharapkan kerja sama media dan masyarakat, untuk melaporkan segala indikasi peredaran narkoba di masyarakat.

Berita Terkait : Hari Ini, Kapolri Lantik Irjen Pol. Nana Sujana Jadi Kapolda Metro Jaya

"Kami akan menindak tegas pihak-pihak yang berupaya menyebarkan barang haram tersebut di tengah masyarakat. Kami harap, media dan seluruh komponen masyarakat dapat membantu memberikan informasi narkoba. Kami akan menindak tegas siapa saja, yang dengan sengaja mengedarkan barang-barang berbahaya ini," tegasnya. [HES]