RMco.id  Rakyat Merdeka - Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong. Partai Gerindra pun memastikan sudah memiliki satu calon yang akan diusung sebagai cawagub.        

Kursi Wagub DKI diketahui masih kosong setelah ditinggal Sandiaga Uno yang memutuskan mundur dari posisi tersebut pada Agustus 2018. Sandi melepaskan jabatan Wagub DKI untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.        

Salah satu calon yang digodok Gerindra untuk mengisi kursi Wagub DKI itu adalah Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, mengatakan, figur Riza Patria sangat memahami kondisi Jakarta. Memang, pria yang karib disapa Ariza itu merupakan satu dari empat bakal calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta yang diusulkan Gerindra.        

Berita Terkait : Wagub Ariza Benarkan Sejumlah Pejabat DKI Kena Corona

"Pak Ariza itu punya pengalaman yang cukup di DKI. Pernah jadi ketua KNPI, jadi tokoh pemuda Jakarta. Jadi, kalau ditanya soal Jakarta, Ariza paham banget," ujar Taufik, di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/12).  

Taufik beberapa kali menyatakan  Ariza berpengalaman tentang Jakarta. Dia juga berujar, pengalaman Ariza lebih banyak dibandingkan bakal cawagub lainnya dari Gerindra, Ferry J Yuliantono. "Ini bukan soal jago, Pak Ariza lebih banyak pengalamannya di Jakarta," kata dia.        

Selain itu, Ariza menjadi satu-satunya bakal cawagub yang diundang Taufik menghadiri acara catatan akhir tahun DPD Gerindra DKI Jakarta. Namun, saat ditanya apakah Ariza akan menjadi cawagub dari Gerindra, Taufik belum mau menjawab secara lugas. "Yang saya undang sekarang Pak Ariza," ucap Taufik.

Baca Juga : Melalui FGD, Fadel Gali Pandangan Akademisi dan Birokrat Soal Haluan Negara

Taufik juga mengungkapkan bahwa Gerindra dan PKS akan mengusulkan masing-masing satu nama. "Insya Allah sudah ada kesepakatan. Satu dari PKS, satu dari Gerindra," kata Taufik.      

Taufik menyampaikan, cawagub dari Gerindra nantinya akan didiskusikan bersama PKS. Begitu pun dengan cawagub dari PKS yang akan diputuskan bersama Gerindra. "Didialogkan dengan PKS, cuma kan kami kasih kisi-kisi, kami kan mau kasih yang terbaik juga dari yang baik-baik," tuturnya.    

Sementara itu, Ariza menyatakan bakal mengikuti mekanisme yang berlaku terkait penunjukan cawagub DKI. Menurutnya, siapa pun cawagub DKI yang terpilih nanti harus memiliki integritas, kapasitas, jaringan, pengalaman, pengetahuan, dan bisa kerja sama dengan DPRD. "Jangan sampai seperti daerah antara eksekutif dgn legislatif terjadi konflik, apalagi ibu kota ini kan menjadi barometer," ucap Ariza.      

Baca Juga : PBB: Myanmar Hapus Desa-desa Rohingya dari Peta

Dia pun mengatakan dalam waktu dekat Gerindra dan PKS akan memutuskan masing-masing satu nama untuk posisi cawagub DKI. "Insya Allah dalam waktu dekat akan ada keputusannya dua pasangan, tentu ini menjadi harapan kita semua dan nanti partai Gerinda dan PKS akan mengusung dua nama, satu dari Gerindra dan satu dari PKS," ujar Ariza.      

Ketika ditanya statusnya sebagai anggota dewan, Ariza mengaku siap mundur sebagai anggota DPR. "Siapa pun, termasuk saya, kalau nanti dicalonkan, konsekuensinya tidak hanya harus siap, tapi harus betul-betul dibuktikan, memang harus mundur," ujar Ariza.      

Ariza berujar, pengunduran diri anggota DPR yang akan menjadi calon kepala daerah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Karena itu, dia akan mematuhi aturan undang-undang. "Menurut Undang-Undang, itu harus mengundurkan diri. Itu aturan yang juga dikuatkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi," kata Ariza. [NNM]