Warga Jabodetabek Harap Waspada, Cuaca Ekstrim Hingga Pertengahan Februari 2020

Banjir di Puri Kartika Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis (2/1). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Banjir di Puri Kartika Ciledug, Tangerang, Banten, Kamis (2/1). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mewaspadai cuaca ekstrem, yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Februari 2020.

"Cuaca ekstrem bakal terjadi pada 11 hingga 15 Januari, akhir Januari dan awal Februari, serta pertengahan Februari," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (9/1).

Baca Juga : Mantap, Pasar KPR BTN Capai 90,82 Persen

Untuk mencegah meluasnya dampak kejadian yang ditimbulkan oleh curah hujan ekstrim, BNPB mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat curah hujan. Semisal banjir bandang dan tanah longsor.

Antara lain, dengan melakukan aksi kesiapsiagaan dan peringatan dini. Seperti melakukan pengecekan sarana terkait pencegahan banjir seperti saluran air, tanggul, pompa air, dan pintu air. Di samping melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga : Schneider Electric Dukung Pembangunan Berkelanjutan

"BPBD juga harus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dinas Pekerjaan Umum, serta tokoh masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai potensi bencana serta menyebarluaskannya kepada warga. Sebar luaskan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor kepada masyarakat. Terutama, mereka yang bermukim di wilayah berisiko tinggi," papar Lilik.

Tak kalah penting, BNPB juga meminta BPBD meningkatkan kesiagaan pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi ancaman bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Serta menyiapkan sumber daya dan sistem penyebaran informasi di tempat warga berkumpul, seperti tempat wisata dan fasilitas umum.

Baca Juga : Wamendes Budi Arie Pastikan, 433 Desa Tanpa Listrik Bakal Segera Terang-Benderang

Untuk koordinasi penanganan bencana, segera menghubungi Pusdalops BNPB di Jl. Pramuka Kavling 38, Jakarta Timur. HP. 0812-1237575/Fax. 021-21281200. [HES]