RMco.id  Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta turun tangan untuk meringankan beban korban banjir di wilayah Ibu Kota. MUI membuka posko bencana banjir dan selanjutnya menyerahkan bantuan ke para korban.         

Posko tersebut dibuka selama dua hari, Jumat-Sabtu (10-11/1). Dari posko itu, terkumpul uang sebanyak Rp 18 juta, mie instan, air mineral, alat-alat pembersih lantai, sajadah, karpet, sarung, beberapa karung pakaian dan barang-barang kebutuhan lain yang diperlukan warga pasca banjir.         

Bantuan tersebut diserahkan pada warga RW 1 Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, Minggu (12/1). Penyerahan bantuan dilakukan Bendahara Umum MUI DKI KH Abi Ichwanuddin. Hadir juga Sekretaris Umum MUI DKI KH Yusuf Aman, Kepala Sekretariat Murtado, beserta staf dan beberapa pengurus MUI lainya.          

Berita Terkait : Indonesia CARE Terus Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir Bandang Sukabumi

“MUI Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan serta perhatian dari kita semua sangat diharapkan oleh mereka. Maka meski tidak terlalu banyak, MUI serahkan sejumlah uang dan peralatan yang mungkin berguna untuk membantu warga pasca-bencana,” ujar KH Abi Ichwanuddin dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (13/1).      

Bantuan itu diterima MUI Ketua RW 1 Kelurahan Kapuk Muara, Hamid. Hamid mengaku sangat terharu atas perhatian dari para Kiai, dalam hal ini MUI, yang ikut merasa sependeritaan korban banjir.    

“Kami warga tidak melihat banyak sedikitnya bantuannya. Yang kami hargai adalah perhatian dan sama rasanya dalam satu penderitaan. Karena kalau musim hujan tiba, warga di sini akan dikatakan kebanjiran kalau airnya sudah sampai setinggi dada. Kalau masih sebetis masih dianggap biasa,” ujarnya.  

Baca Juga : Karya Tugas Akhir Kotugres Binaan Pertagas Memukau Guru ESMOD Jakarta

KH Yusuf Aman, dalam sambutan pemberian bantuan tersebut, menyampaikan rasa keprihatinan atas yang dirasakan warga yang terdampak banjir. “Kita ini seperti satu jasad. Ketika bagian sendi ada yang sakit, maka seluruh jasad akan merasakannya juga. Maka, ketika warga yang lain merasa menderita akibat terdampak banjir, kami juga merasakan. Untuk itu, jangan dilihat jumlah dan besarnya bantuan namun ini semata-mata karena kami juga merasakan apa yang warga rasakan,” ujarnya.      

Di tempat terpisah, Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menyampaikan rasa prihatinya atas musibah banjir yang menimpa warga DKI. Dia berdoa agar semua korban diberikan kesabaran dan segala kerugian diganti dengan yang lebih baik oleh Allah.

“Bantuan yang disampaikan MUI tidaklah seberapa. Tapi janganlah dilihat dari besarnya bantuan. Ini sebuah perhatian, karenanya kami juga mengimbau kepada ormas-ormas lainnya untuk juga ikut peduli kepada mereka warga yang terdampak. Janganlah melihat siapa dia, apa agamanya, tapi ini adalah musibah. Jadi, marilah kita lihat kemanusiaanya saja, kita bantu mereka,” ajaknya. [USU]