Saat Banjir Jabodetabek, Mall-mall Lippo Alih Fungsi Jadi Posko Bantuan

John Riady (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
John Riady (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir Jabodetabek menyisakan luka bagi sebagian masyarakat. Untuk meringankan dan membantu korban banjir, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turut membantu dengan memberi sumbangan berupa sembako, susu, pakaian dan obat-obatan.     

CEO LPKR, John Riady, menyatakan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Bantuan diserahkan ke posko banjir di Balai Kota Jakarta, Sabtu (4/1/).  

“Kegiatan kemanusiaan berupa pemberian bantuan logistik merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap ada bencana. LPKR mengajak semua pihak, bersama-sama saling membantu korban banjir,” ucap John, Selasa (14/1).          

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

Mall-mall milik Lippo juga turut membuka posko bantuan banjir. Posko pelayanan kesehatan didirikan untuk membantu korban banjir agar mendapat perawatan. Juga, mengerahkan tenaga medis kepada warga terdampak banjir di Jabodetabek.              

John menambahkan, bantuan berasal dari Matahari, Hypermart, Foodmart dan Boston. Sesuai dengan moto perusahaan impacting life, LPKR ingin hadir memberi dampak bagi masyarakat.       

Bantuan LPKR bagi korban banjir untuk mempercepat pemulihan seiring dengan semakin surutnya banjir, melalui penyediaan posko pelayanan kesehatan di beberapa wilayah terdampak banjir di antaranya di Bekasi, Apartemen Daan Mogot City, Kalideres, dan Ciledug.        

Baca Juga : Menlu RI Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Taliban

Total pasien sudah dilayani sebanyak 103 warga dengan diagnosa terbanyak ISPA dan gatal-gatal. Di Bekasi, posko kesehatan didirikan di RW 3 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria. Tercatat, sebanyak 150-an warga sekitar yang melakukan pemeriksaan kesehatannya.  

Untuk wilayah Tangerang, posko layanan kesehatan dibuka di Kelurahan Tajur Kecamatan Ciledug. Di Posko Tajur Ciledug Tangerang, bantuan yang disediakan LPKR antara lain terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, dan 1 asisten. Apoteker melayani dari pukul 08.00-16.00 WIB, dengan jumlah pasien hampir 100 orang.       

Pasien korban banjir rata-rata mengalami gangguan pernapasan ISPA dan gatal. Selain mendirikan posko layanan kesehatan, juga diberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 6 juta untuk daerah-daerah yang membutuhkan. "Kami berharap kondisi Jakarta dan sekitarnya segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti semula," ujar John. [USU]