Potensi Banjir Masih Ada Sampai Maret, Allianz Siaga Layani Nasabah

Rombongan Allianz Utama Indonesia saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir. (Foto: Dok. Allianz)
Klik untuk perbesar
Rombongan Allianz Utama Indonesia saat menyalurkan bantuan untuk korban banjir. (Foto: Dok. Allianz)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang melanda Jabodetabek membuat banyak pihak bergerak untuk menanganinya. Selain membantu para korban di lokasi, penanganan oleh sejumlah pihak juga dilakukan dengan menyiapkan tim untuk menindaklanjuti pengaduan atau klaim.

Head of Claims Management Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan, tim layanan pelanggan Allianz melalui AllianzCare siaga 24 jam. "Layanan Asuransi Kerugian kami tetap melayani nasabah selama 24 jam saat libur akhir tahun kemarin juga saat kondisi bencana seperti ini,” ungkap Hendrawan, di Jakarta, Selasa (14/1).
    
Selain kesiagaan untuk nasabah, Allianz juga mengerahkan jajaran direksi serta karyawannya untuk menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat korban banjir. “Direksi dan karyawan kami turut menjadi relawan untuk mendistribusikan 2.000 paket bantuan langsung ke para korban di empat lokasi titik banjir," ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli

Baca Juga : Rupiah 14 Ribu Lagi, Sri Mul Masih Bisa Tenang?

Penyaluran bantuan dilakukan pada 7-8 Januari 2020. Penyaluran dilakukan langsung ke beberapa titik banjir, yakni Bukit Duri dan Kembangan Utara di Jakarta, Bojong Kulur di Kabupaten Bogor, dan Pinang Griya Permai di Kota Tangerang. "Kami tidak hanya ke lapangan dalam bentuk menolong korban. Sejak banjir dimulai, sudah disiagakan tim untuk menanggulangi klaim dampak banjir," tambah Made.

Pihaknya juga melayani penderekan dan evakuasi mobil korban banjir ke tempat yang aman. Isi rumah, termasuk barang berharga yang masuk perlindungan asuransi properti, juga di vakuasi dari lokasi. 

Baca Juga : Makin Menggila, WHO Naikkan Status Darurat Wabah Corona ke Level Tertinggi

Tim akan terus siaga hingga beberapa waktu ke depan. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan 2020 akan terjadi sekitar Februari-Maret. 

Perhatikan Klausul

Baca Juga : Tak Muluk-muluk, Cita-cita Fadel Cukup Wapres 

Hendrawan juga mengimbau nasabah asuransi memeriksa lagi cakupan pertanggungan asuransi kendaraan bermotor maupun asuransi harta benda yang dimiliki. Sebab, tidak semua kerugian akibat banjir termasuk hal yang ditanggung.

"Pemegang polis harus memastikan bahwa polis yang dimiliki mencakup perluasan risiko banjir. Jika belum, dapat menghubungi AllianzCare 1500136 atau agen masing-masing untuk melengkapi perlindungan dengan perluasan manfaat untuk banjir,” ujar Hendrawan. [KW]