Prosesnya Sudah Berjalan

Maret 2020 Dimulai Konstruksi Proyek MRT Bundaran HI-Kota

Situasi Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Situasi Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Proyek Mass rapid Transit (MRT) Jakarta fase II Bundaran HI-Kota sepanjang 8,3 kilometer, bakal mulai digarap secara keseluruhan tahun ini.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pelelangan rute mulai dari Bundaran HI hingga Monas atau CP 201 sudah dilakukan. Ditargetkan proses konstruksi bisa dimulai Maret 2020.

“Sudah jalan prosesnya. Berharap paket CP 201 (mulai konstruksi) mulai di Maret (2020),” kata William.

Baca Juga : Terpilih Jadi PM Malaysia ke-8, Muhyiddin Sujud Syukur di Rumahnya

Sebelum masuk seksi konstruksi CP 201, pembangunan MRT fase II ini diawali dengan paket CP200, yang merupakan pembangunan gardu induk MRT fase II di Monas. Dinding diafragma disiapkan untuk dibangun pada gardu tersebut. Pembangunan konstruksi tahap ini sudah dilakukan.

“Kami memastikan sebentar lagi akan diumumkan pemenang lelangnya. Lalu pelaksanaannya akan dimulai Maret mendatang,” tuturnya.

Pembangunan MRT fase II ini diprediksi menelan biaya hingga Rp 22,5 triliun. Biaya tersebut lebih mahal ketimbang fase I. Sebab, banyak tantangan yang harus dihadapi pada jalur fase II ini.

Baca Juga : Virus Corona Gentayangan Di Mana-mana, AS Tunda Pertemuan Dengan Para Pemimpin ASEAN

"Seluruh jalur MrT Fase II akan dibangun di bawah tanah. MRT Fase II meliputi pembangunan tujuh stasiun di antaranya Stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, hingga kota Tua,” terang William.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad kamaludin menjelaskan, paket CP 201 adalah lelang paket pembangunan Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, dan infrastruktur seperti terowongan dan jalur rel.

Kamaludin menegaskan, dalam pembangunan MRT Jakarta koridor Utara-Selatan Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua, pihaknya berkoordinasi dengan Unit Pengelola kawasan kota Tua dan juga Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta. Sebab, untuk MRT Fase 2 akan melewati banyak bangunan cagar budaya khususnya di kota Tua.

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

“Tentu, kami sudah berkoordinasi dan kontraktor yang terlibat pun harus melakukan sesuai dengan rekomendasi mereka pada saat membangun,” ungkapnya.

Kamal menyebutkan, dalam membangun MRT Fase 2 nantinya penataan Kota Tua akan dilakukan terlebih dulu dibandingkan penyellesaian proyek tersebut.
 Selanjutnya