Hari Ini Berlaku di Koridor Ragunan-Dukuh Atas 2

Awas, Motor Masuk Busway Dikenakan Tilang Elektronik

Jalur Tranjakarta (Busway) Sudirman Thamrin, Jakarta. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Klik untuk perbesar
Jalur Tranjakarta (Busway) Sudirman Thamrin, Jakarta. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah berbagai cara dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Namun, jalur Transjakarta masih saja dilintasi kendaraan pribadi di sejumlah koridor.

Kali ini, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya segera memperluas penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law enforcement (ETLE). Tilang elektronik akan diterapkan di jalur Transjakarta. Tak hanya mobil, sepeda motor juga kena aturan ini.

Mulai 1 Februari 2020.Hanya saja, untuk tahap awal, tilang elektronik di jalur Trans-jakarta diberlakukan di koridor Ragunan-Dukuh Atas 2. Sebab, koridor ini jadi langganan diserobot motor.

"Ke depan kami akan terapkan di semua koridor Transjakarta,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf.

Saat ini, kamera sudah lama dipasang di sejumlah titik di koridor VI. Nantinya, saat diterapkan, secara otomatis kamera akan menangkap dan mengirimkan data ke pusat untuk segera ditindaklanjuti.

Baca Juga : Persebaya Keberatan Soal Rencana PSSI Gelar TC Timnas Pada Maret 2020

Surat konfirmasi pelanggaran sistem tilang elektronik juga telah dilengkapi barcode. Pelanggar yang tertangkap kamera ETLE menerobos Transjakarta akan dikirimi surat konfirmasi ke alamat yang sesuai dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Pemilik kendaraan yang dikirimi surat ini, kata Yusuf, diberikan waktu untuk konfirmasi selama dua minggu. Jika tidak ada konfirmasi sampai batas waktu yang ditentukan, polisi akan melanjutkan proses selanjutnya, yakni pengiriman berkas ke kejaksaan.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, jalur Transjakarta Ragunan arah Mampang tak pernah steril. Terutama menjelang Halte Warung Jati. Banyak mobil dan sepeda motor masuk jalur Transjakarta.

Khususnya di Ragunan, di depan SMK 57, sepeda motor ramai-ramai menyerobot jalur Transjakarta. Saat jam sibuk pada pagi hari, kondisi jalur memang steril. Sebab banyak petugas yang berjaga.

Namun menjelang siang, mobil dan motor mulai mengokupasi jalur khusus transportasi massal ini. Selain bikin headway Transjakarta semakin lama, pelanggaran-pelanggaran ini juga berpotensi kecelakaan.

Baca Juga : Menlu RI Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Taliban

"Nyebelin banget. Sepeda motor sering nyolong dari busway ke jalur biasa tanpa sein nggak liat spion. Kalau siang nggak ada petugas bahaya udah berapa kali kecelakaan,” kata Kamal, warga yang tengah melintas.

Jalur Transjakarta lainnya yang juga kerap diterobos kendaraan pribadi adalah koridor sepanjang Jalan Daan Mogot Jakarta Barat. Koridor Kalideres-Harmoni ini setiap hari penuh sesak oleh mobil dan motor. Hanya saja, di koridor ini kerap ada razia polisi. Terutama di ruas Jalan kH. Hasyim Ashari.

Kemarin, sekitar pukul 09.55, petugas kepolisian dari Subdit Gakkum Dit Lantas Polda Metro Jaya menilang sejumlah pengendara sepeda motor yg melintas di Jalur Transjakarta di Jalan KH Hasyim Ashari.

Hanya saja, di ruas jalan antara Grogol dan Kalideres masih jarang nampak ada razia. Sehingga, masih banyak motor dan mobil yang dengan santai masuk jalur Transjakarta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menerangkan, selama pekan pertama Februari 2020, akan dilakukan sosialisasi. Setelahnya, saat masuk pekan kedua, akan langsung dilakukan penindakan.

Baca Juga : BNI Berikan Fasilitas Istimewa Buat Nasabah Emerald

Sejauh ini, selama pemantauan kamera ETLE yang dipasang di jalur Transjakarta Koridor VI Ragunan-Dukuh Atas, pelaku pelanggaran di jalur Transjakarta didominasi sepeda motor.

"Pelanggar tertinggi masih ditempati sepeda motor. Dari 100 pelaku pelanggaran yang tertangkap, sekitar 70 pelanggar adalah sepeda motor. Selama ini, pelaku pelanggar sepeda motor belum diberikan surat tilang. Nanti berlaku Februari. Tapi memang, penyerobotan jalur busway yang paling banyak sepeda motor,” terang Fahri.

Selain koridor ini, Fahri mencatat, sejumlah ruas jalan yang memang sering terjadi penyerobotan. Misalnya di Jalan raya Daan Mogot, Hasyim Ashari, dan Warung Buncit.

Saat ini, tindakan sementara yang dilakukan pihaknya adalah sterilisasi secara konvensional dengan tilang. Dia mengakui, saat ini kamera ETLE di jalur Transjakarta baru terpasang di dua titik koridor VI yaitu Halte Imigrasi dan Duren Tiga.

"Tilang elektronik diterapkan di seluruh jalur Transjakarta. karena penindakan dengan ETLE sangat efektif,’’ ujarnya. [FAQ]