Asik..Stasiun MRT Bakal Nyambung Ke Blok M Plaza

MRT fase 1 yang pengerjaanya sudah hampir 90 persen. (Dok : istimewa)
Klik untuk perbesar
MRT fase 1 yang pengerjaanya sudah hampir 90 persen. (Dok : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Blok M bakal terhubung dengan gedung komersil. Pengerjaannya sudah lebih 90 persen. Pembangunan struktur sudah selesai. Tinggal pekerjaan kecil.

Stasiun Blok M persis di sebelah timur mall. Berada 15 meter dari atas Jalan Panglima Polim Raya. Bangunan dua lantai. Lantai paling atas berupa peron. Tempat turun naik penumpang. Di bawahnya berupa pintu masuk ke peron, loket dan area komersil.

Berdasarkan pengamatan Rakyat Merdeka, di lantai bawah inilah yang terhubung dengan Blok M Plaza. Letaknya di sebelah timur mall dan sisi barat stasiun. Penghubung berupa jembatan beton dengan lebar sekitar tujuh meter. Jembatan itu beratap.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Di Blok M Plaza, pintu masuk ke stasiun berada di lantai 1. Selain terhubung dengan mall, pintu masuk bisa juga di akses dari jalan. Tersedia escalator dan lift untuk kalangan difabel. Progres pembangunan stasiun lebih dari 90 persen. Tidak ada lagi pembangunan struktur.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, pihaknya akan membangun jembatan atau skybridge yang menghubungkan stasiun Moda Raya Terpadu itu dengan pusat perbelanjaan di sekitarnya. “Stasiun Blok M ke pusat perbelanjaan sekitar akan disambungkan, jadi (dari pusat perbelanjaan) bisa langsung masuk ke stasiun kami,” ujar Kamal.

Kamal menyampaikan, pembangunan skybridge penghubung Stasiun Blok M dengan pusat perbelanjaan akan direncanakan dalam waktu dekat. Begitu pun dengan pembangunan skybridge di Stasiun Sisingamangaraja.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

“Stasiun Sisingamangaraja sedang direncanakan dalam waktu dekat. Sisingamangaraja antara stasiun MRT dengan halte transjakarta (Halte CSW di Ko- ridor 13),” kata dia.

Fase pertama MRT Jakarta diketahui memiliki tujuh stasiun layang, yakni Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Blok M, Stasiun Blok A, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Cipete Raya, Stasiun Fatmawati, dan Stasiun Lebak Bulus. Menurut rencana, semua stasiun layang itu akan dihubungkan dengan gedung-gedung di seki- tarnya.

“Untuk jangka panjang, kita akan bangun yang disebut dengan skybridge, skydeck, supaya bisa terhubung langsung dengan gedung-gedung sekitarnya,” ucap Kamal.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

PT MRT Jakarta memastikan tiga gedung di kawasan Sudirman-Thamrin akan terkoneksi dengan stasiun MRT. Tiga gedung itu yakni Blok M Plaza, Gedung UOB, dan Gedung Indonesia One. Saat ini proses koneksi ketiganya masih berlangsung. Koneksi langsung ke stasiun ini diharapkan pekerja di kawasan tersebut menjadikan MRT sebagai transportasi utama sehingga mengurangi kendaraan pribadi.

Untuk Gedung UOB dan Gedung Indonesia One, merupakan kewajiban pihaknya dalam membangun jalur utama MRT. Karena itu, pembangunan di tiga gedung itu menggunakan skema jalur atas (elevated) dan jalur terowongan (underground).

Rute fase pertama MRT sepanjang 16 kilometer dimulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). Fase per- tama rencananya beroperasi pada Maret 2019. Menurut rencana, ada 16 rangkaian kereta yang beroperasi. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong dengan total pan- jang 120 meter. Satu rangkaian itu mampu mengangkut 1.950 orang. [MR]