RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemprov DKI terus berupaya memenuhi kebutuhan pangan dengan harga murah bagi warganya. Kolaborasi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan untuk mewujudkan hal itu.          

Bank DKI Bersama Dinas KPKP DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya menggelar Program Pangan Murah Jakarta,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (13/2).          

Herry menjelaskan, program yang berlangsung setiap bulan ini menjual daging sapi Rp 35.000 per kilogram (kg), daging kerbau Rp 30.000 per kg, daging ayam Rp 8.000 per kg, telur ayam Rp 10.000 per 15 butir, beras Rp 30.000 per 5 kg, ikan kembung Rp 13.000 per kg, dan susu UHT Rp 30.000 per karton (24 pak).  

Berita Terkait : Dukung Program PEN, Mandiri Salurkan Rp 119,6 Miliar Untuk UMKM di Jakarta

“Program ini menyasar kelompok masyarakat tertentu. Antara lain pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, Guru Honorer/Tenaga pendidik NON PNS, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta,” imbuhnya.        

Ada pun lokasi penyaluran Pangan Murah Jakarta itu digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00-17.00 WIB  di outlet-outlet Dharma Jaya, pasar-pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya, JakGrosir, JakMart, dan Gerai Kewirausahaan Terpadu. Selain itu, Program Pangan Murah Jakarta juga bisa dikunjungi di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan Dinas KPKP DKI Jakarta.          

Untuk pemerataan distribusi, Herry menjelaskan, terdapat mekanisme  transaksi subsidi pangan. Pertama, penerima subsidi hanya berhak mendapat 1 jenis komoditas dalam sebulan dan dapat bertransaksi di hari berikutnya untuk komoditi yang belum ditransaksikan. Kedua, komoditas tidak bersifat akumulatif. Tiga, komoditas susu hanya diperuntukkan bagi pemegang KJP Plus. Keempat, penerima subsidi hanya berhak memilih salah satu daging sapi atau kerbau. Kelima, PJLP Pemprov DKI Jakarta sudah harus terdaftar terlebih dahulu sebelum bertransaksi.          

Berita Terkait : Pengamat: Jangan Ragukan Komitmen Pertamina Bangun Kilang

“Program Pangan Murah ini terbukti telah menjadi instrumen pengendali inflasi yang efektif serta dapat menjadi program percontohan untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” terangnya.          

Karenanya, Bank DKI dan BUMD terkait akan menyampaikan sharing implementasi Sinergi BUMD untuk mensukseskan program ini pada seminar nasional BPD seluruh Indonesia pada rangkaian acara penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda periode ke-2 Tahun XXX Bank DKI-2020 di Mercure Ancol tanggal 22 Februari 2020.        

“Untuk memudahkan transaksi perbankan, kami mengimbau agar penerima subsidi pangan dapat mendownload JakOne Mobile. Melalui JakOne Mobile, penerima subsidi akan dimudahkan dalam pengecekan saldo dan history transaksi yang dilakukan”, tambah Herry.          

Berita Terkait : Bank Bukopin Luncurkan 3 Program Khusus Nasabah Prioritas

Selain itu, transaksi perbankan lainnya seperti tagihan telepon, tagihan PDAM, token listrik, BPJS Kesehatan, Zakat, Tiket Pesawat atau Kereta Api, pembayaran pajak PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan juga dapat dilakukan melalui JakOne Mobile. [MRA]