Warga Ngeluh

Razia Polisi Kerap Bikin Macet Kawasan Kembangan

Suasana razia di salah satu sudut kota Jakarta. Foto: Twitter @Queenrides
Klik untuk perbesar
Suasana razia di salah satu sudut kota Jakarta. Foto: Twitter @Queenrides

RMco.id  Rakyat Merdeka - Macet panjang kerap terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Sejumlah ruas jalan di sana bagaikan parkir berjejer setiap pagi dan sore. Macet makin parah jika polisi menggelar razia di kawasan itu. 

Misalnya, Jalan Kembangan Raya, Puri Lingkar Luar, dan Kembang Kerep seringkali seperti parkiran. Macet panjang mengular karena berbagai sebab. Mulai jalanan yang kecil, banyak akses keluar masuk kompleks, genangan air, galian yang tak kunjung kelar, hingga razia rutin polisi. 

Pantauan Rakyat Merdeka, macet di Kembangan Selatan hingga lampu lalu lintas di Ring Road Puri terjadi setiap pagi dan sore. Kemacetan terjadi karena volume kendaraan yang membludak. 

Selanjutnya di sisi Ring Road, dari Cengkareng ke arah Puri Kembangan pun kerap macet. Saat hujan, macet bertambah parah karena ada genangan di sekitar lampu lalu lintas Ring Road Puri. 

Di jalan keluar pintu Tol Kembangan Selatan 1, kendaraan melambat karena banyak truk kontainer berhenti dan membuat jalan akses keluar macet total. 

Berita Terkait : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

“Di sini mah langganan setiap sore. Tol lingkar luar Puri macet di kedua arah. Jalan biasa pun sama parahnya,” ungkap Amhadi, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Jalur antara Meruya, Kembang Kerep, Srengseng, Puri Kembangan hingga ke Puri Indah juga langganan macet saat jam sibuk. Misalnya di Jalan Kembang Kerep dari arah Karang Mulya dan Puri kerap Kembangan macet di arah jembatan penyeberangan tol Jakarta-Tangerang. 

Setiap pagi, kini di persimpangan Kembang Kerep dan Kembang Kencana, kemacetan bertambah parah. Ruas jalan terlalu sempit, sementara volume kendaraan massif. 

“Di sini perlu pelebaran jalan. Supaya gak ada bottleneck setiap pagi. Macet banget begini. Belum lagi yang gak sabar, saling serobot,” ujar Hakim, warga Rawa Buaya yang setiap hari melintas di Jalan Kembang Kerep ini. 

Kemacetan juga diakibatkan oleh galian yang belum kelar. Seperti di pertigaan Kantor Pajak Kembangan di samping tol Arjuna. Tak hanya itu, kemacetan juga karena razia polisi yang kerap dilakukan di titik yang strategis. Yakni di lampu lalu lintas di Puri Kembangan. Tepatnya sebelum Puri Mansion. Sudah banyak warga yang mengeluhkan hal ini. 

Berita Terkait : Pegadaian Bantu Korban Banjir Di Jakarta

“Saya dari Meruya ke Puri biasanya hanya 10 menit. Setiap ada razia minimal 30 menit. Razia silakan saja. Tapi jangan bikin macet. Apalagi sampai tiga kali seminggu,” ujar Fahruddin, warga Meruya yang setiap hari lewat jalan ini. 

Dia menyarankan, razia jangan dilakukan di titik yang berpotensi menghambat laju kendaraan. Misalnya dilakukan saja setelah Puri Mansion, pasti lalu lintas akan lancar. Jika razia dilakukan di belokan sempit satu arah. Misalnya arah Meruya, pasti kendaraan akan mengular panjang. 

“Intinya jangan pas di belokan banget deh razianya,” pintanya. 

Menanggapi kemacetan di wilayah Kembangan, Dinas Perhubungan punya solusi yakni dengan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan itu. “Di mana saja rekayasanya, sedang dikaji. Kami juga ingin kawasan itu lancar,” ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudishub) Jakarta Barat, Erwansyah, kemarin. 

Pihaknya telah melakukan uji coba jalur searah di Jalan Sumur Bor, Cengkareng, Jakarta Barat. Dengan alur lalu lintas baru ini, kemacetan di kawasan itu berkurang. 

Berita Terkait : Kemacetan Jakarta Tak Menurun Setahun Terakhir

Hanya saja, kata dia, rekayasa lalu lintas di Sumur Bor relatif mudah. Sedangkan di kawasan Kembangan, khususnya di Puri Kembangan, agak lebih kompleks jalurnya. Apalagi kemacetan di sana kadang tak terkendali dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. 

Untuk itulah, pihaknya bersama lurah, camat, serta masyarakat intens berkomunikasi merencanakan pengaturan lalin. 

“Artinya tak semua jalan bisa dibuat searah. Hanya beberapa jalan yang memiliki kriteria, salah satunya jalan itu harus berpasangan layaknya jalan inspeksi di pinggir kali. Sayangnya di Kembangan tidak ada itu,” ungkapnya. [FAQ]