RMco.id  Rakyat Merdeka - Penolakan Kawasan Monas dijadikan tempat digelarnya balapan mobil listrik, Formula E terus bermunculan. Yang terbaru datang dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawasedan memilih diam.

Anies masih belum buka suara mendapati berbagai kritik tentang penyelenggaraan Formula E. Kemarin, eks Mendikbud ini ditanya lagi soal ini. Dia lebih memilih mengucap selamat menikmati hari Sabtu, ketimbang membalas semua kritikan.

"Makasih, enjoy Saturday," ucap Anies sembari berlalu di Hotel Mercure, Ancol, kemarin.

Formula E akan digelar 6 Juni 2020 di Monas, Jakarta Pusat. Komisi Pengarah Setneg sebelumya memang tidak mengizinkan pergelaran di dalam kawasan Monas. Namun, akhirnya izin itu dikeluarkan dengan sejumlah pertimbangan. Setelah diizinkan, polemik Formula E beralih ke soal rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nasional.

Berita Terkait : Bos KAI Surati Anies Minta SIKM Dilonggarkan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut mengomentari balapan tersebut. Dia mempertanyakan, alasan Anies memilih Kawasan Monas sebagai tempat acara. "Kenapa sih harus di situ (di Monas)? Kenapa sih nggak di tempat lain?" ujar Mega.

Meski masih berpolemik, proses-proses menuju gelaran Formula E telah dilakukan. Organizing Committee (OC) Formula E mulai uji coba pengaspalan di atas blok batu area Monas, dini hari kemarin. Uji coba aspal ini dilakukan di area seluas 60 m2 di Tenggara Silang Monas, di hamparan sepanjang 15 m x 4 m. Uji coba akan berlangsung selama lima hari hingga Rabu (26/2) mendatang.

"Aspal untuk balap Formula E , hanyalah uji coba. Aspal akan kembali dikelupas, Rabu (26/2) mendatang," ungkap Deputy Director Communications Formula E PT Jakarta Propertindo Hilbram Dunar.

Menurut dia, aspal bakalan dilepas setelah penyelenggara mengevaluasinya. Sebab, ada dua metode pengaspalan, yakni sandsheet dan geotextile. Penyelenggara akan membandingkan dan mengevaluasi serta memilih yang paling efisien. "Setelah di-review mana yang paling efisien akan mulai dilakulan pengaspalan," kata dia.

Berita Terkait : Juara Formula 1, Bottas Tetap Teratas

Deputi Bidang Teknis Formula E Jakarta, Wisnu Wardhana memastikan, lumrah saja ketika aspal sirkuit balap di atas blok batu dibongkar pasang. Dia mencontohkan, trek balap di Paris, Perancis, yang aspalnya juga dikelupas setelah balapan kelar.

"Pelapisan dikelupas dilakukan Paris, Roma, ini dilakukan setiap tahun. Di Paris, sirkuit Formula E mengitari situs Les Invalides yang umurnya 350 tahun. Maka setiap selesai gelar Formula E, aspalnya dikelupas dan kembali seperti sedia kala," yakin dia.

Uji coba ini juga di bawah pengawasan FEO (Formula E Operation). Selain menjaga cagar budaya, pengerjaannya juga memperhatikan aspek lingkungan. Selanjutnya, pengaspalan secara total akan dimulai Mei selama 1,5 bulan. Jika ajang balap ini sudah selesai, aspal yang melapisi blok batu di area Monas akan kembali dikelupas dan dikembalikan seperti semula.

Sejauh ini, rencana balapan Formula E 2020 akan melintasi area di dalam kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan. Lintasan balap sepanjang 2,6 kilometer. Rutenya melalui Jalan Medan Merdeka Selatan (dari arah Gambir menuju Patung Arjuna Wiwaha, belok kanan ke Jalan Silang Monas Barat Daya, masuk ke kawasan Monas, belok kiri ke sisi barat, lalu putar balik, belok kiri ke sisi selatan, keluar kawasan Monas melalui Jalan Silang Monas Tenggara, lalu kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Baca Juga : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

Rencananya, batu alam di dalam Monas akan dilapisi aspal sebagai lintasan balap. Pengaspalan ini guna menyesuaikan standar lintasan balap sesuai yang diatur oleh Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) atau Federasi Otomotif Internasional. Zesuai dengan aturan FIA, lintasan balap untuk ajang Formula E harus memenuhi standar grade 3, sedangkan untuk Formula 1 menggunakan aspal dengan standar grade 1.

Sementara Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Darwoto menerangkan, Monas dipilih sebagai lokasi karena ikon Jakarta dan Indonesia. Termasuk soal pemilihan 6 Juni 2020. Selain event sebelumnya digelar pada tanggal dan bulan yang sama di Berlin, 6 Juni merupakan hari lahir presiden pertama Indonesia, Sukarno. [FAQ]