Jakarta Kebanjiran

Simulasi Ujian Di Ratusan Sekolah Ambyar

Guru sekolah SMA Negeri 102 Cakung, Jakarta Timur berpose di tengah banjir yang melanda. Foto: Twitter @kiwalipitu
Klik untuk perbesar
Guru sekolah SMA Negeri 102 Cakung, Jakarta Timur berpose di tengah banjir yang melanda. Foto: Twitter @kiwalipitu

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang merata pada Selasa (25/2) di Ibu kota Jakarta menimbulkan banyak kerugian. Antara lain, ratusan sekolah tutup dan sejumlah rute bus Transjakarta berhenti atau mengalami rekayasa pengalihan jalur.

Begitu pula kegiatan belajar-mengajar di 375 sekolah, dari TK, SD, SMP dan SMA terpaksa diliburkan karena terdampak banjir yang mengepung Jakarta. 

Misalnya di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, salah satu sekolah yang terdampak yaitu SMA Negeri 8 Jakarta yang ikut diliburkan akibat banjir. 
Lantai satu SMA Negeri 8 Jakarta terendam air hingga ketinggian 50 sentimeter. Selain ruangan kelas terendam, akses menuju sekolah terputus karena jalan di sekitar sekolah juga terendam banjir parah. 

“Mau lewat depan atau belakang juga enggak bisa masuk. Padahal ada simulasi ujian nasional,” ujar salah satu siswa kelas tiga sekolah itu. 

Pantauan Rakyat Merdeka, jalan di sekitar sekolah memang terendam banjir hingga ketinggian satu meter. Jalanan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat, apalagi roda dua. Petugas mulai melakukan bersih-bersih. 

Sekolah-sekolah di Jakarta lainnya yang diliburkan kebanyakan karena akses menuju sekolah yang kebanjiran. Juga banyak pula sekolah-sekolah yang sudah tergenang air, seperti SDN Kramatjati 02, SDN Batu Ampar 07, SD Cahaya Mulia, MTsN 16 Gading Raya Nomor 1, Pisangan Timur, dan sekolah lainnya yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. 

Berita Terkait : Pegadaian Bantu Korban Banjir Di Jakarta

Kemarin, seharusnya siswa menjalankan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk kelas tiga di SMP dan SMA. Simulasi ini dijadwalkan digelar pada 25-26 Februari 2020. Karena banjir, akhirnya sekolah tak melaksanakan agenda wajib ini dan menjadwalkan ulang simulasi tersebut. 

“Sekolah anak saya SMAN 81 di Jakarta Timur ini gak pernah banjir sebelumnya. Sekarang banjir karena curah hujan yang cukup ekstrim. Sekolah libur, gak jadi simulasi ujian nasional,” ungkap Wulan. 

Menanggapi hal ini, Kepala Subbagian Humas Dinas Pendidikan DKIJakarta, Sonny Juhersoni menerangkan, sekolah tidak diliburkan. Melainkan tetap belajar di rumah. “Tetap belajar di rumah dengan monitoring guru dan pengawasan orangtua,” ujar dia. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, ada ratusan sekolah yang terdampak akibat banjir. Seluruh sekolah terdampak ini diliburkan. 

“Sekolah yang hari ini terdampak ada 375 sekolah, kira-kira 4,7 persen dari total sekolah yang ada di Jakarta,” kata Anies Baswedan saat menyampaikan perkembangan dampak banjir di Pos Pantau Manggarai, Jakarta Selatan. 

Namun, Anies menyebut, saat ini ada yang masih diliburkan, ada juga yang sudah masuk. “Berbeda-beda. Ada yang terkena hanya 20 sentimeter, ada juga yang tinggi,” paparnya. 

Berita Terkait : Bukan Penyebab Banjir, Pompa Bulak Cabe Dipastikan Beroperasi 24 Jam Non Stop

Mengenai simulasi ujian nasional yang terganggu dan tidak bisa dilaksanakan karena banjir, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Doni Koesoema mengatakan, simulasi UN yang bersifat wajib ini bisa dijadwal ulang. Jadwal ulang tinggal dikomunikasikan dengan kepala dinas dan dikomunikasikan dengan Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 

Selain itu, Doni menyampaikan, simulasi UNBK wajib digelar sekolah untuk mencegah adanya siswa yang belum memahami cara mengikuti UNBK. Simulasi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga untuk guru. 

Selain berdampak pada sektor pendidikan, banjir juga merugikan pelanggan bus Transjakarta. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PTTransportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pihaknya terpaksa mengalihkan sejumlah rute Transjakarta. 

Rute yang dialihkan adalah Koridor 2 Pulogadung-Harmoni dan Koridor 10 Tanjung Priok- PGC 2. Rute ini dialihkan karena ada perbaikan separator. 

Untuk Koridor 2, rute dari Pulogadung ke arah Harmoni sementara waktu tidak melewati Halte Bermis, Pedongkelan, dan Cempaka Timur. Sedangkan arah sebaliknya, bus tidak melewati Halte Pedongkelan dan Halte Bermis. 

Untuk Koridor 10, rute dari Tanjung Priok ke arah PGC 2 sementara tidak melewati Halte Yos Sudarso Kodamar, Cempaka Mas, dan Cempaka Putih. 

Berita Terkait : BNPB: Pengambilan Air Tanah Picu Banjir di Jakarta

Sementara arah sebaliknya, bus tidak melalui Halte Cempaka Mas. Selain itu, Koridor 2 Pulo Gadung-Harmoni via Koridor 4 dan Koridor 5. Sementara Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru dialihkan via Tol Tomang. Koridor 5 Kampung Melayu- Ancol hanya sampai Pal Putih; Koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni sampai Ashidiqiyyah; dan Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit hanya sampai Grogol. 

Hingga Rabu kemarin, berdasarkan data BPBD, sebanyak 142 RW di Jakarta masih tergenang banjir. Sebanyak 2.788 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 9.890 jiwa masih mengungsi. 

Berdasarkan data dari BPBD hingga pukul 06:00 WIB, ter¬dapat 142 RW atau 5,2 persen RW di DKIJakarta dengan ketinggian banjir maksimal 180 sentimeter yang terjadi di Kelurahan Cawang. 

“Saat ini genangan tersisa tinggal 5,2 persen, menurun dari kondisi puncak kemarin sebesar 10,7 persen dari seluruh RW di DKIJakarta,” kata Kepala UPTPusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggu¬langan dan Bencana Daerah (BPBD) DKIJakarta, Mohammad Insaf. Mengenai pengungsi yang mencapai 9.890 jiwa itu terbagi di Jakarta Pusat dua lokasi; Jakarta Utara 26 lokasi; Jakarta Selatan satu lokasi dan Jakarta Timur lima lokasi. 

Pemprov DKI Jakarta terus mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), BPBD, Dinas Sosial, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) hingga PPSUKelurahan untuk menangani banjir dan genangan. 

Disgulkarmat dibantu SAR Jakarta juga mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan genangan ke lokasi pengungsian, sedangkan BPBD bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan telah mendistribusikan bantuan kepada warga yang mengungsi dan mendirikan posko. [FAQ]