MRT Targetkan Penataan 4 Kawasan Stasiun Selesai Maret 2020

William Sabandar (Foto: Dok. MRT)
Klik untuk perbesar
William Sabandar (Foto: Dok. MRT)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan patungan PT MRT Jakarta dengan PT KAI (Persero) menargetkan penataan empat kawasan stasiun bisa selesai akhir Maret tahun ini. Target tersebut merupakan implementasi Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) dari integrasi transportasi berbasis rel di Jakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, proses konstruksi penataan stasiun sudah dilakukan sejak 21 Januari 2020. Proyek ini merupakan langkah awal perwujudan penyelenggaraan transportasi terintegrasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemprov DKI Jakarta. 

Perusahaan patungan untuk mengeksekusi ini resmi terbentuk dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sejak 12 Februari 2020. Yakni PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek

Berita Terkait : Konstruksi MRT Fase II, Mitigasi Banjir dan Gempa Jadi Tantangan Utama

William menjelaskan, di empat kawasan tersebut nantinya akan menyediakan fasilitas penurunan dan pengambilan penumpang (drop off-pick up) ojek online, area parkir sementara ojek pangkalan, tempat pemberhentian sementara (lay-by), plaza pedestrian untuk pejalan kaki, halte Bus Transjakarta sebagai fasilitas integrasi, serta perlengkapan transit.

Kawasan Stasiun Tanah Abang misalnya. Nantinya, tanah kosong milik PT KAI yang berada di sebelah timur stasiun akan digunakan untuk plaza dan tempat pengendapan angkutan umum. Juga disediakan lahan untuk menaik turunkan penumpang.  

"Jadi nanti tidak ada lagi penumpang yang tumpah ruah ke jalan untuk berpindah moda transportasi sehingga jalan raya menjadi steril dan lancar," kata William, dalam Forum Jurnalis, di Jakarta, Kamis (27/2).

Baca Juga : Qatar Laporkan Kasus Pertama Virus Corona, Korbannya Baru Balik Dari Iran

Penataan serupa juga akan dilakukan di Stasiun Juanda, Sudirman, dan Senen. Menurutnya, penataan ini bertujuan untuk memberi kemudahan transportasi bagi warga dengan tetap mengedepankan kepentingan publik. 

Selain pembangunan infrastruktur, sambung William, integrasi juga mencakup rute dan tiketing. Terkait tiketing, PT MRT Jakarta sendiri telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia mengeluarkan kartu tiket multirip. Nantinya, kartu multitrip ini dapat terintegrasi dengan seluruh moda transportasi publik di Jakarta pada 2022.

“Nantinya akan begitu. Targetnya, Januari 2022 terintegrasi dengan seluruh moda transportasi publik di DKI Jakarta,” ungkapnya.

Baca Juga : Sabam Sirait Percaya DPD Akan Semakin Baik

Pekerjaan penataan kawasan stasiun ini secara administrasi dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan PT MRT Jakarta tentang Penataan Kawasan Stasiun PT KAI secara Terintegrasi di Wilayah DKI Jakarta Melalui Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) pada 10 Januari 2020. [MRA]