Tingkatkan Jumlah Penumpang, MRT Dorong Integrasi dengan Transjakarta

William Sabandar (Foto: Dok. MRT)
Klik untuk perbesar
William Sabandar (Foto: Dok. MRT)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT MRT Jakarta mendorong terus dilakukanya integrasi dengan Transjakarta untuk meningkatkan jumlah penumpang. Integrasi tersebut meliputi fisik, rute, dan pelayanan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, integrasi fisik saat ini telah hampir sempurna untuk menyambungkan MRT dengan Transjakarta. Selain di Bundaran HI, integrasi sempurna kedua moda angkutan juga akan dilakukan di Stasiun ASEAN.

"Rencananya, Agustus 2020 Stasiun MRT ASEAN akan tersambung dengan Halte CSW. Kedua moda transportasi akan tersambung dengan jembatan yang dilengakapi lift dan escavator," kata William, dalam Forum Jurnalis, di Jakarta, Kamis (27/2).

Berita Terkait : Ini Perubahan Rute TransJakarta

Ia mengatakan, integrasi diperlukan agar pengguna bisa langsung pindah angkutan dari MRT ke Transjakarta atau sebaliknya. Selain itu, sejumlah rute Transjakarta juga sudah beroperasi sebagai pengumpan MRT Jakarta. 

Kelima stasiun MRT yang terintegrasi dengan Transjakarta adalah Stasiun MRT ASEAN, Stasiun MRT Blok A, Stasiun MRT Haji Nawi, Stasiun MRT Cipete, dan Stasiun MRT Fatmawati.

Untuk Stasiun MRT ASEAN, ada tiga trayek Transjakarta. Yakni Stasiun MRT ASEAN-Jalan Pakubuwono VI, Stasiun MRT ASEAN-Jalan Kramat Pela, dan Stasiun MRT ASEAN- Jalan Wijaya I. 

Berita Terkait : Adhi Karya-Shimizu Jepang Garap Proyek MRT Jakarta Fase 2

Kemudian, ada dua trayek di Blok A. Yaitu, Stasiun MRT Blok A ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Radio Dalam Raya.

Begitu juga di Stasiun MRT Haji Nawi ada dua trayek. Terdiri dari Stasiun MRT Haji Nawi ke Jalan Pangeran Antasari dan ke Jalan Metro Pondok Indah.

Sedangkan untuk Stasiun MRT Cipete dan Fatmawati terintegrasi dengan satu trayek. Masing-masing terdiri dari Stasiun MRT Cipete ke Jalan Pangeran Antasari dan Stasiun Fatmawati ke Jalan Lebak Bulus I.

Berita Terkait : Maret 2020 Dimulai Konstruksi Proyek MRT Bundaran HI-Kota

Selain menambah integrasi dengan Transjakarta, MRT menambah area park and ride. Sehingga semakin memudahkan perpindahan dari kendaraan pribadi ke MRT untuk meneruskan perjalanan ke pusat kota.

Untuk integrasi layanan, William menerangkan, pihaknya telah menyepakati untuk pengadaan satu tiket untuk semua moda transportasi. Pihaknya sedang membangun elektronik sistem pembayaran bersama antara MRT, LRT, dan Transjakarta. "Prosesnya berjalan dan dibentuk perusahaan patungan dari tiga BUMD untuk menjalankan sistem integrasi tiketnya ini." [MRA]