RMco.id  Rakyat Merdeka -
Sisa-sisa banjir awal pekan lalu, masih menyisakan bekas sampah di sebagian sudut Jakarta. Perlu segera dibersihkan agar tak menganggu kesehatan juga keindahan kota.

Tak seperti pada banjir awal Januari lalu, pengangkutan sampah sisa banjir lambat. Hampir sepekan, sampah sisa banjir masih menumpuk di jalan-jalan maupun lingkungan warga. Terutama di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Wilayah paling terdampak saat banjir awal tahun.
 
Kali ini, hanya ada sebagian titik yang masih menumpuk. Misalnya di sekitar Kelurahan Jelambar Baru, Jakarta Barat. Di sejumlah sudutnya, masih nampak sampak plastik dan bekas perabotan rumah yang tak terpakai terbengkalai. Sampah ini tergeletak di gang-gang yang tak bisa dilalui mobil. 

“Tolong terjunkan personel dengan kendaraaan kecil berkeliling menjangkau sisa-sisa tumpukan sampah akibat banjir di sini. Karena jalanan-jalanan kecil, jadi tumpukan sampah tidak diangkut petugas sampah,” ujar Amiruddin, warga Jelambar Baru, Jakarta Barat. 

Lautan sampah di Pulo Gadung, Jakarta Timur, tepatnya di depan Kampus ASMI di Jalan Perintis Kemerdekaan, kini sudah bersih. Beberapa waktu lalu, sampah yang terombang-ambing oleh banjir di lokasi ini viral di berbagai media. Sampah yang didominasi oleh sampah plastik, styrofoam hingga kardus seperti lautan. Petugas telah mengangkutnya. 

Berita Terkait : Naik Transportasi Massal di Jakarta, Kini Cukup Satu Kartu

Sedangkan untuk sekolah, kebanyakan siswa dan petugas sekolah bergotong royong membersihkan sisa sampah dan lumpur di lingkungan sekolah mereka. Misalnya siswa dan staff Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 38 di Jl Karet H Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat. 

Lumpur dan sampah yang sempat merendam Jalan Raya Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur juga kini sudah bersih. Damkar Jakarta Timur membersihkannya dengan cepat. Sebanyak dua unit armada pompa berikut 14 personel damkar diterjunkan. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memang menyiapkan ribuan personel untuk membersihkan sampah dan lum¬pur selama banjir Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bahkan mengerahkan 4.000 personel yang siaga selama 24 jam untuk membereskan sampah sisa banjir musim hujan ini. 

“Satgas dari UPK Badan dan Dinas Lingkungan Hidup disiagakan di lokasi rawan tumpukan sampah saat banjir kiriman,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih, dalam keterangan tertulisnya. 

Berita Terkait : Pemprov DKI Hapus Surat Ijin Keluar Masuk Jakarta

Andono menjelaskan, Satgas dilengkapi dengan sarana pendukung, yaitu 44 mobil pengangkut sampah, 50 truk sampah, 5 ekskavator jenis spider, 6 ekskavator long arm. Lalu ada 20 ekskavator jenis biasa, serta satu ekskavator liebher yang didampingi oleh 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik. 

Selain Satgas, tambahnya, dinas juga tetap menyiagakan armada organik yang siap dimobilisasi untuk membantu penanganan pasca banjir. Andono menyebutkan dinas siap mengirim armada pelayanan rutin ke wilayah terdampak banjir Jakarta untuk mempercepat proses penanganan. 

Andono menyakinkan, tidak menutup kemungkinan didatangkan armada dari wilayah lain bila terdapat daerah yang terdampak. Ini agar penanganan berjalan cepat, seperti banjir awal pekan lalu. 

“Jika perlu, armada pelayanan rutin dari daerah lain juga dapat dimobilisasi ke daerah terdampak. Target kita penanganan cepat sesuai arahan Gubernur. Intinya, ribuan petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta siap jika dibutuhkan,” tandasnya. 

Berita Terkait : Makin Edan, Anies Minta Warga DKI Tak Anggap Enteng Covid-19

Saat banjir Jakarta awal pekan lalu, Dinas Lingkungan Hidup membersihkan ratusan ton sampah di pintu air pasca banjir. Di pintu air Manggarai misalnya, petugas membersihkan 350 ton sampah saat banjir 8 Februari 2020. Sementara saat banjir 1 Januari lalu, Dinas Lingkungan Hidup juga membersihkan sampah 260 ton hanya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, di mana wilayah ini paling terdampak banjir awal tahun. [FAQ]