Anies Pastikan Terus Pantau Potensi Penularan Corona

Anies Baswedan (Grafis: Iyong/RM)
Klik untuk perbesar
Anies Baswedan (Grafis: Iyong/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memastikan Pemprov DKI terus melakukan pemantauan dan memonitor semua potensi penularan penyakit, khususnya yang terkait Virus Corona alias Covid-19.  

"Jakarta sebagai Ibu Kota, pusat kegiatan bisnis, pusat kegiatan perekonomian memiliki interaksi dengan dunia internasional yang amat tinggi. Karena itu, kita sejak awal Januari, pertengahan Januari sudah mulai membahas mengenai kekhawatiran munculnya Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jakarta," kata Anies, di Jakarta, Senin (2/3).        

Pemprov DKI Jakarta telah membentuk tim tanggap Covid-19 yang dipimpin Asisten Kesra. Tim beranggotakan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfotik, Kepala BPBD, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Biro Perekonomian. Tim ini akan bekerja full, memiliki base di kantor dinas kesehatan di Jalan Kesehatan nomor 10.         

Berita Terkait : Virus Corona, Jangan Paranoid !

"Kemudian, sebagai update bahwa tim ini akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan. Per hari ini, per siang ini, jumlah orang dalam (status) pemantauan, yang sudah tercatat sampai dengan siang hari ini adalah 136 orang, (sebanyak) 115 sudah dinyatakan sehat, 21 orang masih dipantau. Ada pun pasien dalam (status) pengawasan, ada jumlahnya 39 orang yang saat ini masih dalam pengawasan," jelasnya.          

"Kita semua tentu waspada. Kita semua melakukan yang terbaik. Dan Pemprov DKI Jakarta akan selalu memberikan update secara transparan, secara apa adanya, untuk juga memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan semua yang bisa kita kerjakan untuk melindungi warganya," tambahnya.        

Anies juga menyampaikan agar masyarakat yang merasakan gejala atau menyaksikan ada orang yang menunjukkan gejala untuk melaporkan kepada jajaran Pemprov DKI. Warga bisa datang ke Puskesmas terdekat atau menghubungi Call Center 112 atau 119.         

Berita Terkait : Jokowi Pastikan, Pemberian Insentif Pariwisata Tak Tambah Penyebaran Corona

"Dan kita insya Allah akan bergerak cepat. Semua fasilitas ditambah untuk bisa merespons ini. Termasuk jumlah ambulans itu sudah disiapkan tambahan untuk merespons cepat bila ditemukan kasus," ungkapnya.        

Menurutnya, sejauh ini, tim dari Dinas Kesehatan sudah melakukan yang disebut dengan penyelidikan epidemiologi. Setiap orang-orang yang dipantau akan dibentuk susunan pattern atau pola interaksinya. Siapa berkegiatan, di mana, berinteraksi dengan siapa, kapan, dan lain-lain. Pola interaksi itu sudah ada untuk seluruh kasus yang dipantau.         

"Tadi saya sebutkan ada 136, jadi 136 (orang) itu seluruh pattern-nya itu ada. Dan ini semua dilakukan dalam rangka bisa meminimalisir potensi penularan dari covid-19 itu. Kita tentu berharap bahwa ini bisa terisolasi, sehingga tidak mengalami penyebaran. Dan sekali lagi, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat (untuk) cuci tangan yang rutin. Perbanyak cuci tangan dalam event apapun, perbanyak cuci tangan," ujarnya.        

Berita Terkait : Anies: Jika Ada Gejala, Langsung Lapor dan Datang ke Rumah Sakit

Bagi yang mengalami batuk, pilek, flu, maka etika dijaga. Pada saat batuk ditutup, gunakan masker. Karena etika ini menjadi penting sekali untuk menjaga potensi penularan. Yang berikutnya jangan anggap enteng bila merasakan gejala. Lebih baik lapor, datangi fasilitas kesehatan daripada dianggap enteng dan di kemudian hari ditemukan yang tidak kita inginkan        

"Jadi, tim bekerja langsung sejak beberapa hari yang lalu sesungguhnya, tapi resminya hari ini dibentuk. Dan semua kebutuhan informasi nanti akan diberikan lewat tim tanggap Covid-19," tutupnya. [MRA]