RMco.id  Rakyat Merdeka - Banjir membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta menjadi rusak. Aspal jalanan mengelupas dan berlubang. Kondisi ini merata di seluruh wilayah Ibu Kota. Meski sudah ada sebagian yang ditambal, masih ada beberapa ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan. Pengendara jalan kudu hati-hati saat melintas. 

Misalnya di Jakarta Selatan, ruas jalan rusak terlihat di sejumlah titik di Jalan Sisingamangaraja. Depan Gedung Telkom Indonesia, Jakarta Selatan. Jalan berlubang sudah ditambal. Namun, tambalan ini membuat jalanan bergelombang. Terdapat juga kerikil akibat aspal mengelupas. 

Selanjutnya, di Jalan Panglima Polim. Depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Lubang bertebaran di tengah jalan. Sepeda motor mesti ekstra hati-hati saat melewati jalan ini. Terutama saat malam. Masih di Panglima Polim, jalan rusak juga terdapat di dekat Stasiun MRT Blok M. Kerikil bekas tambalan lubang-lubang berserakan. 

Di Jakarta Selatan, kerusakan jalan baik berlubang maupun bergelombang juga terjadi di Kawasan Pondok Pinang. Misalnya di dekat Halte Pondok Pinang, lubang-lubang banyak ditemukan dengan kedalaman bervariasi. 

Jalan-jalan protokol di wilayah Tendean, Pancoran, Cawang, Kuningan seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Rasuna Said terdapat sejumlah lubang dengan kedalaman berbeda-beda. Sebagian sudah ditambal. Sebagian lainnya belum diperbaiki. Jalanan ini rusak dan berlubang karena banjir kerap melanda. Kerikil dari aspal yang mengelupas sangat membahayakan pengendara. 

Baca Juga : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

“Saat hujan, lubang-lubang jalan ini tak kelihatan. Harus diperbaiki segera,” pinta Yudi, pengendara motor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. 

Di Jakarta Barat, sejumlah ruas di Kembangan, Kalideres, Cengkareng, dan sejumlah wilayah di perbatasan dengan Tangerang, kondisi jalan juga rusak dan berlubang. Termasuk di jalur protokol seperti di Jalan Daan Mogot dari mulai Pesing hingga ke Terminal Kalideres. 

Beralih ke Jakarta Timur. Kondisi Jalan Raya Bekasi, Cakung, lumayan parah. Di ruas jalan yang berdampingan dengan proyek jalan tol ini rusak berat. Terdapat lubang besar di sejumlah titik. Jalanan rusak di sini bikin arus lalu lintas tersendat. Pengendara mesti melambatkan lajunya. 

“Sering tergenang, jadi gampang rusak. Bahaya banget terutama bagi pemotor,” ujar Arif, pengemudi ojek aplikasi yang kerap melintas di jalan ini. 

Apalagi, kata Arief, jalanan menyempit imbas proyek jalan tol. Kemacetan pun semakin mengular. Dia berharap Pemprov DKI bisa segera memperbaiki Jalan Raya Bekasi. “Belum lagi truk besar banyak yang lewat. Makin macet. Semoga cepet diperbaiki,” harap Arief. 

Baca Juga : Minta Makzulkan Jokowi Dan Bubarkan PDIP, Tuntutan Pendemo RUU HIP Salah Sasaran

Sementara di Jakarta Utara, sejumlah ruas di Jalan Rorotan Babek, juga berlubang cukup parah. Jalanan ini memang langganan banjir dan kendaraan berat kerap lewat. Kerusakan di jalur utama yang menghubungkan permukiman Kampung Rorotan dan kawasan industri ke jalur utama Jalan Cakung Cilincing dan ruas tol Lingkar Luar Timur ini butuh perbaikan. 

Kepala Dinas Bina Marga DKIJakarta, Hari Nugroho menyebutkan, setidaknya ada 495 ruas jalan yang rusak dan ditemukan sekitar 3.290 titik lubang dari jalanan yang rusak. 

Hari merinci, di Jakarta Utara sebanyak 61 jalan rusak dengan jumlah lubang sebanyak 457 titik. Sementara di Jakarta Selatan ada 100 ruas jalan yang rusak dengan lubang sebanyak 534 titik. 

Jalan-jalan di Jakarta Pusat juga tak luput dari kerusakan. Tercatat ada 119 jalan rusak dengan jumlah 471 lubang. Begitu juga di Jakarta Barat ada 178 jalan rusak dengan titik lubang sebanyak 1.525. Dan di Jakarta Timur ada 37 ruas jalan rusak dengan 303 titik lubang. 

“Untuk wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat sebagian besar sudah ditindaklanjuti. Sedangkan jalan di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan masih terus dikerjakan,” ujar Hari. 

Baca Juga : Hati-hati, Cuma 2 Kelurahan di DKI Yang Bebas Covid

Dia memastikan, seluruh ruas jalan yang rusak akibat banjir sudah dalam perbaikan Dinas Bina Marga DKIJakarta. Pihaknya memperbaiki jalan-jalan yang rusak dengan menggunakan sistem tambal sulam untuk penanganan darurat atau sementara. 

“Semua kita perbaiki satu per satu dengan cold mix. Bahkan, kami juga lakukan perbaikan pada jalan cekungan. Ini perbaikan sementara untuk meminimalisir kecelakaan di ruas jalan yang rusak. Perbaikan jalan juga dilakukan berbarengan dengan penataan trotoar,” ungkapnya. [FAQ]