Hands Sanitizer Tersedia Di Stasiun Dan Halte

Semoga Virus Corona Nggak Nyebar Via Transportasi Publik

Petugas membersihkan bus Transjakarta agar terhindar dari virus corona. Foto: Twitter @PT_Transjakarta
Klik untuk perbesar
Petugas membersihkan bus Transjakarta agar terhindar dari virus corona. Foto: Twitter @PT_Transjakarta

RMco.id  Rakyat Merdeka - Transportasi publik milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut andil dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Misalnya, TransJakarta, MRT, dan LRT menyediakan hand sanitizer. Kemudian membersihkan ruang penumpang agar tidak ada virus di dalamnya. 

PT Transportasi Jakarta melakukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh aktivitas Bus Transjakarta saat melayani penumpang. 

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh penyedia bus untuk rutin membersihkan bus mereka dengan desinfektan. 

“Pada saat pencucian bus di depo pihak Transjakarta mencuci bus dengan desinfektan khusus pada saat sebelum dan sesudah bus beroperasi,” kata Nadia. “Perseroan juga mulai memperluas penyediaan hand sanitizer untuk pelanggan di 80 halte Transjakarta,” tambahnya. 

Selain itu, petugas di halte juga bertugas untuk membersihkan alat tap gate, dan pegangan bus secara berkala dengan desinfektan. “Sedangkan di halte, alat tap on gate akan selalu dibersihkan dengan desinfektan secara berkala. Para petugas khusus Transjakarta untuk selalu membersihkan handgrip (pegangan bus) sebelum berangkat dari depo dan akan dibersihkan pada saat penurunan pelanggan di halte-halte akhir Transjakarta,” paparnya. 

Berita Terkait : Waspada Boleh, Tapi Jangan Sampai Panik

Hal sama dilakukan di stasiun MRT Jakarta. Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di Stasiun MRT Blok M dan Haji Nawi disediakan cairan pembunuh virus. Penempatannya itu di titik-titik yang terjangkau penumpang. Di atasnya dituliskan ‘hand sanitizer untuk umum’. Para penumpang yang hendak naik dan turun terlihat menggunakannya untuk membersihkan tangan. 

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, langkah itu upaya mendukung pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19 di Jakarta. 

PT MRT Jakarta telah mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut agar mengurangi potensi penyebaran di lingkungan kereta dan stasiun MRT Jakarta. Yakni, menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di titik-titik ramai penumpang pada 13 stasiun MRT Jakarta. 

Begitu juga meningkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun dan kereta MRT Jakarta dengan metode khusus yang dipertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran virus. 

“Secara paralel, manajemen PT MRT Jakarta menerbitkan Peraturan Direksi khusus untuk perkuatan langkah-langkah dan prosedur penanganan pencegahan penyebaran virus corona COVID-19,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/3). 

Selain itu, di setiap stasiun juga dipasang edukasi publik ke penumpang secara berkelanjutan untuk pencegahan penularan vi¬rus corona dalam bentuk materi cetak dan digital di stasiun, serta melalui e-poster di akun sosial media MRT Jakarta. 

Berita Terkait : Angkasa Pura I Konsisten Cegah Penyebaran Virus Corona

Begitu juga staf Stasiun MRT Jakarta akan menerapkan pemeriksaan suhu badan penumpang yang akan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat. Pemeriksaan akan dilakukan di setiap area pintu masuk stasiun. 

Bagi penumpang yang menun¬jukkan gejala demam tinggi tidak diperbolehkan masuk ke area stasiun MRT Jakarta. 
Kamal menambahkan , pihaknya juga melakukan pem-bersihan rutin kereta menggunakan disinfektan. 

“Ini dalam upaya meningkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun kereta MRT Jakarta dengan metode khusus yang mempertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran,” tutupnya. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, fasilitas publik seperti MRT, LRT dan TransJakarta telah menyediakan hand sanitizer. 

“Jadi benar tadi pagi kita juga sudah bicara dengan Dinas Perhubungan, Transjakarta, MRT untuk melakukan langkah-langkah terkait dengan pengamanan fasilitas umum kita. InsyaAllah sesegera mungkin nanti akan ada pengumuman detailnya atas langkah yang dikerjakan. Sekarang mereka sedang menyusun,” kata Anies di Jakarta, Senin (2/3). 

Pemprov pun telah menyiapkan skenario-skenario yang ada sehingga tahu apa yang harus dikerjakan di setiap skenario. 

Berita Terkait : Jokowi Tegaskan Sebagian Besar Pasien Corona Bisa Sembuh

“Saya perlu garisbawahi kenapa kita membentuk tim khusus? Karena semua SKPD kita itu bekerja untuk menghadapi hal-hal yang rutin terjadi. Sementara ini adalah sesuatu yang bukan rutin, perlu penanganan lintas instansi. Karena itulah kita bentuk (tim) khusus. Harapannya ini bisa meng-handle dengan cepat,” tutupnya. 

Anies meminta masyarakat yang merasakan gejala, atau menyaksikan ada orang yang menunjukkan gejala, untuk melaporkan kepada jajaran Pemprov. Datangi Puskesmas terdekat, atau hubungi Call Center 112 atau 119. 

“Kita insyaAllah akan bergerak cepat. Semua fasilitas ditambah untuk bisa merespons ini, termasuk jumlah ambulans itu sudah disiapkan tambahan untuk merespon cepat bila ditemukan kasus,” ungkapnya di Jakarta, Senin (2/3). 

Saat ini, lanjutnya, seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta bisa didatangi untuk melakukan pemeriksaan. [MRA]