Akses Jalan Di Matraman Ambrol Karena Banjir

Warga Minta Perbaikan Total, Jangan Setengah-setengah

Kondisi Jalan Kesatrian X di Matraman. Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Kondisi Jalan Kesatrian X di Matraman. Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Fondasi Jalan Kesatrian X, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, amblas. Kedalaman mencapai satu  meter. Jalanan pun terputus. Tak bisa dilewati. Jalanan ini memang langganan retak. Sudah beberapa kali dibenahi. Tetapi rusak lagi. Warga pun meminta perbaikan menyeluruh atau total. Dibeton dengan sheet pile. 

Kalau hanya dibronjong seperti sebelumnya, bakalan retak dan amblas lagi. Sebab, tak kuat menahan derasnya aliran Kali Ciliwung. 

Pantauan Rakyat Merdeka, kemarin sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur sibuk memperbaiki jembatan ini. Puluhan bronjong kawat dan kayu dolken yang akan diisi batu tergeletak di pinggir kali. Rencananya, bronjong ini akan dipakai sebagai penopang. 

Saat ini, jalan alternatif menuju Jalan Tambak Menteng dan Manggarai Jakarta Pusat itu terputus. Tak ada kendaraan yang boleh melintas. Jalanan amblas miring ke arah kali. Hampir kena rumah warga. Panjangnya sekitar 40 meteran. 

Berita Terkait : Pemprov, Gerak Cepet Dong, Angkut Sampah Sisa Banjir

Warga menyebut, jalanan retak terjadi bertahap. Yakni saat beberapa kali banjir besar melanda Jakarta. Jalanan ini juga pernah retak pada 2018. 
Ketua RT 12 RW 03 Kelurahan Kebon Manggis, Heri, khawatir amblasnya jalan akan bikin rumah warga sekitar longsor. 

Apalagi kejadian jalan amblas, kata Heri, sudah berulangkali. Meskipun pemerintah telah memperbaikinya dengan memasang bronjong kawat dan kayu dolken sebagai penopang jalan, namun ia menilai langkah ini tak cukup. 

“Sudah beberapa kali tergerus saat Ciliwung banjir. Di sini belum ada tanggul betonnya, kayak beton sheetpile di tempat lainnya itu. Warga jadi khawatir, karena rawan longsor, nanti rumah ikut amblas saat kali meluap,” ung¬kap Heri di lokasi. 

Memang tak jauh dari lokasi, tepatnya di dekat pos RW setempat, bantaran kali sudah dipasang sheet pile. Sehingga jalanan aman dan tak amblas saat debet kali Ciliwung naik. 

Berita Terkait : Bertahun-tahun Banjir dan Macet Kok Dibiarkan Sih...

Anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Rudi Hartono menceritakan, sejak Selasa (25/2) lalu, jalan yang letaknya di pinggir aliran Kali Ciliwung ini terli¬hat retak. Jalanan mulai amblas Selasa (3/03) siang. 

Sejak retak, penutupan akses di lokasi sudah dilakukan selama seminggu. Akses dan aktivitas warga jadi terganggu. Warga yang hendak ke arah Menteng terpaksa memutar jauh menuju Jalan Raya Matraman. 

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa saat amblas. Tapi cukup mengganggu akses warga. Ini tambah panjang jalan amblasnya. Mohonlah segera memasang sheet pile. Soalnya kalau cuman bronjong, pasti gak kuat nahan,” sarannya. 

Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDAJakarta Timur, Puryanto mengatakan, sebagai tahap awal, perbaikan dilakukan dengan memasang bronjong kawat dan kayu dolken sebagai penahan. Setelah kelar, proses selanjutnya memperbaiki jalan yang amblas. 

Berita Terkait : Kena Banjir, RSCM Pastikan Seluruh Pelayanan Pasien Tidak Terganggu

“Sementara kita lakukan pemasangan bronjong dan dolken. untuk jalannya dari teman-teman Bina Marga akan memperbaiki,” kata Puryanto. 

Mengenai permintaan warga untuk memasang sheet pile, ditegaskannya, pembangunan turap beton atau sheet pile di bantaran Ciliwung adalah wewenang pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). 

Pemkot Jakarta Timur melalui koordinasi dengan pihak BBWSCC turun memperbaiki karena kondisi jalan sudah mengkhawatirkan. Untuk proses perbaikan jalan amblas, diperkirakan memakan waktu hingga 1 bulan. BBWSCC yang memiliki wewenang penuh memberikan bantuan berupa bronjong dan kayu dolken. 

“Berkaitan dengan fasilitas umum jalan, makanya kita segera perbaiki. Kami dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur mengerahkan tenaga. Butuh waktu sekitar 1 bulan dengan 20 personel,” paparnya. [FAQ]