Keretanya dimandikan Pake Disinfektan

Warga Tak Perlu Khawatir, Naik MRT Insya Allah Aman

Petugas membersihkan interior MRT. Foto: Twitter @MRTJakarta
Klik untuk perbesar
Petugas membersihkan interior MRT. Foto: Twitter @MRTJakarta

RMco.id  Rakyat Merdeka - Warga yang hendak menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) tak perlu terlalu khawatir dengan penyebaran corona. Sebab, sebelum beroperasi, kereta dibersihkan dengan cairan disinfektan untuk mengurangi risiko. Untuk masuk ke stasiun, setiap calon penumpang juga wajib dicek suhu. 

Pantauan Rakyat Merdeka, Rabu (4/3) siang, di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ada 6 orang petugas kebersihan yang tengah melakukan pembersihan. 

Mereka menggunakan alat pelindung diri berupa helm, rompi sepatu berpelindung baja. Selain itu, juga dilengkapi masker dan sarung tangan karet. 

Di peron samping kereta yang tengah terparkir, mereka meramu cairan kimia yang akan digunakan untuk membersihkan interior kereta. Ada tiga jenis cairan yang berbeda. Namun, semuanya mengandung disinfektan yang bisa membunuh bakteri dan virus. 

“Kita lipatgandakan takarannya agar lebih efektif membunuh kuman,” kata salah seorang petugas. 

Berita Terkait : Jerman Laporkan 2 Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Tak lama berselang, mereka masuk ke rangkaian kereta. Mulai dari gerbong paling belakang. Pembersihan meliputi, lantai, kursi, jendela dan hand grill. Nyaris tidak ada titik yang luput dari proses pembersi¬han ini. Mereka dengan teliti menyemprot dan menggosok dengan lap. 

Pembersihan kereta 8 gerbong sepanjang 150 meter ini selesai 1 jam kemudian. Setelah itu, kereta disiapkan lagi untuk beroperasi. Total ada 16 rangkaian kereta yang dimiliki PT MRT Jakarta. Sebanyak 14 beroperasi melayani penumpang, sisanya sebagai cadangan. 

Selain membersihkan kereta, setiap calon penumpang juga wajib melewati pengecekan suhu tubuh. Bagi yang terdeteksi dengan suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius dilarang masuk ke area berbayar. Di Stasiun Lebak Bulus, pengecekan dilakukan di satu pintu masuk. Yakni sisi sebelah utara. 

“Sesuai instruksi, kalau ada yang suhunya di atas itu kami larang naik,” kata salah satu petugas media yang melakukan pengecekan. 

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, PT MRT Jakarta telah melakukan dan mengeluarkan kebijakan terkait hal tersebut agar mengurangi potensi penye¬baran di lingkungan kereta dan stasiun MRT Jakarta. 

Berita Terkait : Kalau Hasil Lab Akhir Negatif, Pasien 1 dan 2 Boleh Pulang

Selain itu, menempatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di titik-titik ramai penumpang pada 13 stasiun MRT Jakarta. Kemudian men¬ingkatkan pembersihan secara intensif dan berkala pada stasiun dan kereta MRT Jakarta dengan metode khusus yang dipertimbangkan dapat mencegah potensi penyebaran virus. 

“Secara paralel, manajemen PT MRT Jakarta menerbitkan peraturan direksi khusus untuk perkuatan langkah-langkah dan prosedur penanganan pencegahan penyebaran virus corona Covid-19,” katanya. 

Di setiap stasiun, penumpang juga diberi edukasi pencegahan penularan virus corona dalam bentuk materi cetak dan digital, serta melalui e-poster di akun sosial media MRT Jakarta. 

Perlu diketahui, untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, PT MRT Jakarta menganjurkan agar setiap anggota masyarakat dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar imunitas kekebalan tubuh dapat meningkat. 

“Mari tingkatkan personal hygiene kita dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun, maupun hand sanitizer lima kali dalam sehari,” tutupnya. 

Berita Terkait : Waspada Boleh, Tapi Jangan Sampai Panik

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, fasilitas publik seperti MRT, LRT dan TransJakarta telah diinstruksikan untuk melakukan langkah-langkah terkait dengan pengamanan fasilitas umum. Pemprov telah menyiapkan skenario-skenario yang ada, sehingga tahu apa yang harus dikerjakan di setiap skenario. 

Anies meminta masyarakat yang merasakan gejala, atau menyaksikan ada orang yang menunjukkan gejala, untuk melaporkan dengan hubungi Call Center 112 atau 119. 

“Kita insya Allah akan bergerak cepat. Semua fasilitas ditambah untuk bisa merespon ini, termasuk jumlah ambulans itu sudah disiapkan tambahan untuk merespon cepat bila ditemukan kasus,” ungkapnya. [MRA]