Gubernur Anies Ralat Kebijakan

Besok Jadwal MRT dan Transjakarta Kembali Normal

Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat meninjau kesiapan operator 119/112 menghadapi ancaman virus corona, 6 Maret lalu. Foto: Twitter @aniesbaswedan
Klik untuk perbesar
Gubernur Jakarta Anies Baswedan saat meninjau kesiapan operator 119/112 menghadapi ancaman virus corona, 6 Maret lalu. Foto: Twitter @aniesbaswedan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Baru sehari diberlakukan, kebijakan mengurangi jumlah dan jadwal Transjakarta dan MRT sudah diralat. Mulai besok, semua kembali normal. Namun jumlah penumpang dalam bus dan kereta tetap dibatasi untuk menekan penyebaran virus corona. 

Hal ini diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Senin malam. "Transportasi umum akan kembali dengan tinggi jadwal dan jumlahnya," kata Anies 

Berita Terkait : Mulai Senin Depan, Pemprov DKI Batasi Operasional MRT, Transjakarta, dan LRT

Namun Anies tetap memberi batasan jumlah penumpang per bus (Transjakarta) dan per kereta (MRT dan LRT) serta batasan jumlah antrean di halte dan stasiun.

"Konsekuensinya penumpukan di luar halte dan stasiun, namun itu mengurangi tingkat risiko penularan di ruang tertutup. Karenanya pembatasan jumlah penumpang per bus dan kereta penting terjaga," ucap Anies.

Berita Terkait : Penumpang Numpuk, Virus Corona Justeru Lebih Gampang Nemplok

Sekadar info, kebijakan pembatasan Transjakarta dan MRT yang dimulai Senin (16/03) dikritik kanan kiri. Soalnya, antrean di sejumlah stasiun MRT mengular panjang. Sementara di hampir seluruh halte bus Transjakarta, warga antre hingga berjam-jam. Kondisi ini malah dinilai ideal untuk penyebaran virus corona. [KRS]