Alhamdulillah, Petugas Medis Corona Dapat Insentif Rp 215 Ribu Per Hari

Gubernur Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama petugas 911 pada 6 Maret lalu. Foto: @aniesbaswedan
Klik untuk perbesar
Gubernur Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama petugas 911 pada 6 Maret lalu. Foto: @aniesbaswedan

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemprov DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada para petugas medis yang berjuang melawan virus corona. Mereka diberikan insentif lumayan gede, Rp 215 ribu per hari. Alhamdulillah. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, nilai insentif ini sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 78/PMK.02.2019 tentang Biaya Standar Masukan 2020 dan sejalan dengan Pergub 22/2016 tentang Standar Biaya.

Berita Terkait : Ini Skenario Anies Jika Pengidap Corona Tembus 8 Ribu Orang

"Angka Rp 215 ribu per hari, per orang adalah angka tertinggi yang boleh diberikan. Kami memberikan dalam angka yang tertinggi sebagai wujud penghormatan kami kepada tim medis dan semua pribadi-pribadi yang terlibat di dalam penanganan COVID-19 di Jakarta," kata Anies.

Insentif ini, kata Anies diberikan pada tenaga medis, tenaga penunjang di lapangan yang berhadapan langsung dengan orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Juga mereka yang harus melakukan pemulasaran jenazah atas korban-korban yang wafat.

Berita Terkait : Jokowi Beri Insetif Dokter Corona Rp 15 Juta Per Bulan

"Jadi ini menyangkut semua pribadi yang terlibat, kita berikan insentif itu. Karena bukan saja berat secara tugas, tapi mereka adalah orang-orang yang paling berisiko terpapar. Bahkan seperti yang kami sampaikan kemarin sebagian pun sudah dalam keadaan terpapar COVID-19," ucap Anies.

Hingga 16 Maret 2020, data penyebaran COVID-19 yang ditunjukkan dalam laman data milik Pemprov DKI Jakarta, menyebutkan masih ada 277 orang berstatus ODP dan 168 orang berstatus PDP.

Berita Terkait : Cegah Penularan Corona, Ruang Pemeriksaan KPK Disekat

Hingga saat ini secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 134 kasus dan dari jumlah itu, 121 kasus masih dalam perawatan, delapan kasus sembuh dan lima kasus meninggal dunia. [KRS]