RMco.id  Rakyat Merdeka - MRT Jakarta akan kembali melakukan perubahan kebijakan layanan. Perubahan ini didasarkan pada evaluasi dalam 3 hari terakhir , yang penumpang MRT Jakarta sudah sangat jauh berkurang. Yaitu secara berturut-turut 32 ribu, 28 ribu, dan yang terakhir Sabtu (21/3) tinggal 24 ribu penumpang. 

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menerangkan, jika dibandingkan pada kondisi normal yang mencapai 100 ribu penumpang per hari, maka penurunan jumlah penumpang pasca imbauan Pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sangat signifikan.

Berita Terkait : Jakarta PSBB, Bank Mandiri Sesuaikan Operasional Layanan

“Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah yang mengimbau masyarakat agar bekerja, belajar dan beribadah dari rumah guna menghambat penyebaran Virus Corona (COVID-19),” katanya, Minggu (22/3).

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka terhitung Senin (23/3), kebijakan layanan MRT kembali berubah. Pertama, jam operasional pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Kedua, jarak antar kereta (headway) yaitu tiap 5 menit untuk jam sibuk (07.00 WIB – 09.00 WIB dan 17.00 WIB – 19.00 WIB) dan tiap 10 menit untuk jam non sibuk (09.00 WIB – 17.00 WIB dan 19.00 WIB – 20.00. 

Berita Terkait : PSBB Jakarta, BI Pastikan Jadwal Operasional dan Layanan Tetap Jalan

Ketiga, pengetatan penerapan personal hygiene dan social distancing. Keempat, pengelolaan antrean penumpang yang baik. Kelima, pembatasan jumlah penumpang 60 orang per kereta (gerbong) atau 360 orang per satu rangkaian kereta

“Sebagai bagian dari upaya bersama menekan laju penyebaran Covid-19, PT MRT Jakarta juga akan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Virus Corona, seperti pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang, penyediaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di seluruh stasiun serta mengimbau calon penumpang untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, membatasi bepergian hanya untuk kebutuhan mendesak, dan kenakan masker jika dalam kondisi kurang sehat/sakit,” tutup Kamaludin. [MRA]